- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Dewan Kritik Rekayasa Lalu Lintas
BATURAJA, SIMBURNEWS – Perubahan rekayasa lalu lintas (contra flow) di Baturaja, Kabupaten OKU menyebabkan kemacetan makin panjang. Hal ini mengundang kritik dari anggota DPRD OKU.
“Rekayasa (lalu lintas) ini gagal. Titik paling sibuk (simpang Ramayana) menjadi penyebab kemacetan. Itu karena semua arus lalu lintas bertemu di titik ini. Selain itu, masyarakat semakin sulit menjangkau rumah sakit,” keluh Ketua Komisi I DPRD OKU asal PKB, Yudi Purna Nugraha SH kepada, Senin (5/2).
Diketahui, rekayasa lalu lintas sebelumnya dari arah jembatan Ogan I melintas di depan RSUD Dr Ibnu Sutowo Baturaja. Karena ada rencana pembangunan RSUD sehingga arus lalu lintas dialihkan. Hampir seluruh arus lalu lintas bertemu di simpang tiga depan Ramaya. Saat jam sibuk titik ini mengalami kelumpuhan dan macet total. Sebab kawasan tersebut merupakan kompleks sekolah.
“Seharusnya titik paling sibuk di simpang tiga Ramayana harus dikurangi agar kemacetan dapat terurai. Ini malah dibuat semakin padat,” timpal Kamaludin, politisi dari PKPI OKU.
Untuk mengurai kemacetan, DPRD OKU memberikan solusi. Agar kemacetan dapat diurai, salah satunya dengan membuka jalan akses jalan di depan gedung DPRD OKU menjadi dua jalur, sehingga arus lalulintas tidak semuanya bertemu di simpang Ramayana.
“Kami menawarkan agar jalan depan DPRD dibuka menjadi dua jalur, sehingga dapat mengurai kemacetan dan mencegah penumpukan kendaraan di depan Ramayan. Selain itu, akses ke rumah sakit juga lebih gampang dijangkau masyarakat,” ungkap Medi Idris selaku anggota DPRD OKU dari Komisi I. (rbt)



