Pengrajin dan Pengguna Senpira Ditindak

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Mengurangi tindak kejahatan serta menghapus imej pesanan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengklaim pihaknya telah menindak pelaku usaha pembuatan (pengrajin) senjata api rakitan (senpira). Menurut Kapolda, ada beberapa daerah yang masih tinggi tingkat pembuatan dan penggunaan senpira, seperti di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Muara Enim.

“Kami juga sudah melakukan penindakan terhadap home industry senpira di daerah seperti empat tempat di Sungai Ceper OKI yang ada tersangkanya. Senpira dengan tersangka hanya ada delapan kasus dari sekian banyak senpira yang berhasil disita,”  ungkap Kapolda saat melakukan pemusnahan 777 pucuk senpira oleh Polda Sumsel usai apel gelar pasukan Operasi Lilin Musi 2017 di lapangan Mapolda, Jumat (22/12).

Menurut Kapolda, sebelumnya dimulainya Operasi Lilin, Polda Sumsel terlebih dulu menggelar Operasi Sapu Jagad yang dilakukan selama 14 hari dari 1 November yang lalu sebagai bentuk kegiatan pra Operasi Lilin. Operasi Sapu Jagad sendiri fokus terhadap pengawasan serta penindakan atas kepemilikan senpira di masyarakat.

“Dengan adanya temuan senpira tersebut, harapan kami bisa ada penurunan gangguan kamtibmas yang menggunakan senjata api. Walaupun, saya perhatikan masih juga terjadi. Seperti beberapa waktu lalu di Lubuk Linggau, itukan terjadi setelah Operasi Sapu Jagad. Artinya, masih ada juga pelaku kejahatan yang menggunakan senpira,” ungkapnya.

Selain Operasi Sapu Jagad, Polda Sumsel juga menggelar Operasi Antik yang menyasar pada penyalahgunaan dan peredaran narkoba serta minuman keras (miras). Dalam giat pemusnahan, narkoba berupa sabu sekitar 3,5 kilogram, ekstasi sekitar 2.500 butir dan miras sekitar 3.000 botol berhasil disita dan dimusnahkan. Barang haram tersebut yang adalah hasil dari Operasi Antik beberapa waktu lalu.

“Diketahui memang (narkoba) masih marak sekali di sini (Sumsel), bahkan beberapa waktu lalu kami menangkap (peredaran narkoba) yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) di salah satu kabupaten di Sumsel. selain itu ada juga oknum Polisi yang menjadi kurir,” ujar Kapolda.

Di samping itu, dalam apel siaga juga dibagikan 140 unit sepeda motor dari Mabes Polri kepada Babinkamtibmas dan 3 unit mobil, yang dibagikan kepada seluruh Babinkamtibmas yang belum memiliki unit sepeda motor, dan mobil untuk Polres OI, OKI dan Polda Sumsel. (mrf)