- Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, PWI Pusat Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia
- AJI Palembang Gelar Diskusi Keselamatan Jurnalis dan Sengketa Pers
- Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, 9.294 Gerai Selesai Dibangun
- Persiapkan Muswil, SMSI Sumsel Harus Mengambil Langkah Strategis
- Optimistis Festival Sriwijaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sumsel
LRT Kurangi Penggunaan Mobil dan Motor
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Sarana tarnsportasi yang kini tengah dibangun di Palembang, Light Rail Transit (LRT) akan menjadi moda transportasi masa depan. Hal ini diungkapkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat meninjau progress pembangunan LRT di Palembang, Minggu (10/12) sore.
Budi mengatakan, hal ini perlu di sosialisasikan kepada masyarakat. “Jadi sosialisasi ini perlu karena naik kereta dalam kota ini lifestyle, sehingga dibutuhkan suatu pengetahuan, butuh suatu kesadaran,” ungkapnya kepada awak media usai meninjau pembangunan LRT.
Masyarakat harus tahu ada suatu cara atau format baru dalam melaksanakan pergerakan di perkotaan agar lebih efisien. “LRT adalah angkutan umum masa depan yang memang kita harus ke situ,” tambahnya.
Dirinya juga berujar bahwa Palembang beruntung mendapatkan satu fasalitas seperti LRT ini sebelum mengalami kemacetan semakin parah. “Jadi lifestyle ini harus kita tumbuhkan. Dengan adanya ini, tumbuh suatu pola masyakarat menggunakan LRT dan meninggalkan atau mengurangi penggunaan mobil-mobil kecil dan roda dua,” ujarnya.
Mengenai tarif, Budi mengungkapkan, rencana awal tarif LRT sebesar Rp5 ribu yang sudah termasuk subsidi di dalamnya. Namun diakuinya, hal ini akan didiskusikan lebih lanjut karena akan dihitung lagi proyeksionalnya seperti apa hingga income seperti apa.
“Tapi saya pikir untuk Palembang kami bertahan untuk tarif yang relatif sama dengan angkutan kota yang ada. Karena kalau tidak nanti orang tidak akan ke sini (menggunakan LRT),” kata Budi.
Terkait operasional awal LRT, Menteri Budi beranggapan akan lebih baik jika digunakan juga untuk masyarakat. Namun untuk hal ini ada beberapa hal yang menurutnya harus diperhatikan mengenai jumlah atlet yang akan datang. “Perlu kalkulasi karena itu menentukan jumlah penerbangan, apakah harus ditambah atau cukup memperbesar pesawat. Kalau pesawat meskinya kombinasi, memperbesar pesawat dan menambah volumenya. Kalau di sini nanti dilihat dulu, kalau nanti ternyata sedikit sekali kan newsless, biarlah yang berpesta atlet dan warga, itu saya rasa indah sekali,” jelasnya. (yrl)



