- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Jangan Gunakan Isu Agama di Pilpres 2019
JAKARTA – Pengamat politik Ari Junaedi menilai, isu agama kemungkinan besar masih akan digunakan pihak tertentu dalam menghadapi pemiliha umum, Pilpres 2019.
Strategi itu akan muncul terutama dari kontestan yang tidak punya cara lain dalam melawan popularitas petahana.
Pasalnya, isu agama masih sangat seksi untuk memengaruhi pilihan masyarakat, meski sangat berbahaya bagi demokrasi dan keutuhan NKRI.
“Bagi kontestan yang tidak punya strategi lain dalam melawan popularitas petahana yang sukses dalam masa pemerintahannya, maka tentu saja akan menggunakan segala cara. Termasuk menggunakan isu-isu agama dalam mengalahkan lawan di pilpres,” ujar Ari kepada JPNN, Jumat (13/10).
Ari mencontohkan seperti pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu, isu agama terbukti cukup efektif meruntuhkan elektabilitas pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang sudah menang di putaran pertama.
“Bangsa ini mempunyai luka yang dalam akibat dipergunakannya isu-isu agama dan sektarian. Harusnya itu (kasus di Pilkada DKI) menjadi yang terakhir di era Indonesia yang demokratis sekarang ini,” ucapnya.
Ari mengingatkan, karena memainkan isu-isu agama sangat berbahaya bagi goyahnya sendi-sendi bernegara yang demokratis. Padahal Indonesia kini tengah berbenah untuk terus mematangkan sistem demokrasi yang ada. (jpnn)



