- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Hotel Daira Palembang Terbakar, Satu Korban Terluka
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Hotel Daira Palembang terbakar, Rabu (5/7) sekitar pukul 14.05 WIB. Hotel yang terletak di Jl Jenderal Sudirman, seberang Kantor Berita Simbur, itu mengeluarkan asap hitam dari lantai 8.
Pengunjung dan karyawan pun sibuk menyelamatkan diri dari kepungan asap yang memenuhi seluruh isi hotel. Petugas pemadam kebakaran dibackup kepolisian pun turun ke lokasi untuk memadamkan api dan menertibkan kemacetan lalu lintas. Sebanyak 6 mobil damkar dan 2 unit mobil polisi berada di depan hotel.
“Jangan moto aku lagi dak bebaju. Mobil aku masih dibawa. Tolong pak ambilkan mobil saya,” ungkap Bunga (bukan nama sebenarnya), pengunjung yang baru saja check in di hotel milik Muddai Madang itu.
Informasi yang dihimpun, kebakaran diduga akibat rokok sehingga menyebabkan satu korban terluka. “Itu teknisinya. Kalau dia tidak memecahkan kaca mungkin tidak selamat,” ungkap petugas PBK Kota Palembang yang namanya tak mau disebutkan.
Public Relation Hotel Daira Palembang, Noura Harun mengatakan, api diketahui pertama kali oleh salah seorang house keeping yang kebetulan sedang membersihkan kamar di lantai 8. Melihat kejadian tersebut, karyawan langsung memberitahukan management hotel dan langsung membunyikan alarm kebakaran.
“Saat mendengar kabar kami langsung aktifkan alarm dan mengeluarkan semua hydrant agar api tidak membesar. Setelah itu kami telepon pemadam kebakaran,” pungkasnya.
Saat ini drinya belum mengetahui penyebab kebakaran. “Kami tunggu informasi dari penyidik. Yang jelas tidak ada korban jiwa hanya salah satu karyawan kami cedera ringan karena kena pecahan kaca. Mengenai tamu hotel, semua sudah kami evakuasi termasuk para peserta seminar yang sedang berlangsung,” ungkapnya.
Dijelaskannya, saat ini kami tidak memikirkan soal payment atau asuransi. “Yang utama adalah keselamatan jiwa tamu kami. Terserah jika setelah ini mereka memutuskan untuk pindah ke hotel lain,” tambahnya.
Sementara, ketua PHRI, Herlan Asfiudin yang mengunjungi TKP mengatakan bahwa semua hotel yang tergabung di organisasi harus menyiapkan peralatan dalam upaya pencegahan terhadap kebakaran atau bencana alam lainnya. “Mereka tidak bisa disertifikasi jika belum melengkapi semua syarat tentng perlengkapan pencegahan bencana. Hotel ini sudah dari awal bergabung di PHRI jadi kami bisa pastikan kalau mereka menyiapkan semua itu,” terangnya.
Herlan juga berpesan agar semua pihak harus berhati-hati apalagi menyangkut nyawa dan keamanan tamu. “Semua hotel wajib membekali karyawannya pelatihan khusus jika ada bencana alam termasuk kebakaran.” pungkasnya (tim)



