Pancasila Tolak Komunisme

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Korem 044/Gapo menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Upacara  bertempat di lapangan Apel Makorem 044/Gapo, Kamis (1/6). Peringatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 24 Tahun 2016 yang menetapkan bahwa tanggal 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila dan menjadikan hari libur Nasional.

Upacara diikuti seluruh prajurit dan ASN Korem 044/Gapo ini. Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Kepala Staf Korem 044/Gapo Letkol Inf Imanulhak. Adapun tujuan upacara ini untuk meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam sambutan Presiden Joko Widodo yang dibacakan Irup menyatakan, Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama, dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara. “Sehingga bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita,” ungkap Irup.

Dikatakannya, tidak ada pilihan lain kecuali harus bahu-membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. “Kita harus menyatukan hati, pikiran, dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan dan kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran serta harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat di mata Internasional,” tegasnya.

Diakhir amanatnya, Presiden juga menyampaikan kewaspadaan kita terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi dan gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika dan akan menindak tegas terhadap paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia.

Usai upacara, seluruh peserta upacara langsung menuju Balai Prajurit Korem 044/Gapo untuk mengikuti ceramah tentang empat konsensus (pilar) dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang disampaikan oleh Pasi Bhakti TNI Siter Korem 044/Gapo Mayor Inf Drs. Mujari. Dalam ceramahnya disampaikan bahwa setiap negara pasti mempunyai pilar/fondasi/dasar-dasar Negara. Begitu juga halnya negara Indonesia mempunyai konsensus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Dari keempat konsensus tersebut, penceramah menjelaskan satu per satu kepada seluruh anggota yaitu Pancasila sebagai Ideologi dasar negara Indonesia, UUD 1945  sebagai Undang Undang dasar negara, Bhineka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan negara Indonesia yang berbeda-beda tetapi tetap satu dan NKRI adalah bentuk dari negara Indonesia.

Selesai ceramah, Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. menyempatkan diri untuk memberikan Jam Komandan, Danrem menyampaikan bahwa sebagai aparat kewilayahan harus paham betul tentang empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, karena tugas aparat kewilayahan akan bersentuhan langsung pada masyarakat, sehingga dapat memberikan bimbingan dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia.

Danrem secara spontanitas memberikan Doorprize kepada anggota yang dapat menjawab dan menyimpulkan pengarahan yang telah disampaikannya, terdapat lima orang anggota yang terpilih dan mendapatkan hadiah uang tunai masing-masing sebesar Rp1 juta.(rel/red)