Serap Hibah Rp130 Miliar

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Pembangunan Masjid Sri­wijaya Palembang yang ditargetkan rampung di tahun 2018 sebelum pelaksanaan Asian Games. Dua tahun terakhir (2016 – 2017) diketahui telah menyerap danah hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar Rp130 miliar dari to­tal anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp1,4 triliun. Hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya yang sekaligus Sekertaris Jenderal (Sekjen) Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang, Prof Marwah M Diah usai Rapat Penjelasan Kemajuan Fisik Pembangunan Masjid Sriwijaya di ruang rapat Setda, Senin (29/5).

Menurut Marwah, bantuan dana hibah dari Pemprov sebesar Rp80 miliar untuk tahun 2017. Sebelumnya, tahun 2016 Pemprov sudah mengeluar­kan dana untuk pembangunan masjid Sriwijaya sebesar Rp50 miliar. Sampai saat ini sudah berjumlah Rp130 miliar dari kebutuhan sebesar Rp1,4 triliun. “Saat ini, bantuan tersebut (80 miliar) sudah diterima pihak Yayasan Masjid Sriwijaya dan penggunaannya sedang diatur,” pungkasnya.

Dijelaskan, untuk biaya pem­bangunan fisik masjid saja, membutuhkan anggaran sebe­sar Rp668 miliar. “Jadi Rp1,4 triliun itu adalah biaya selu­ruhnya termasuk infrastruktur pendukung seperti gudung serba guna, sekolah, taman, perpustakaan, bisnis center, islamic center dan lain-lain,” ungkapnya.

Terpisah, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex No­erdin menjelaskan jika selama proses pembangunan, panitia maupun pemerintah menemui banyak kendala. “Kendalanya banyak. Lahan ditanami wong pisang, tapi kan diselesaikan. Ada juga masyarakat yang demo dan sudah diselesaikan. Kendala yang paling berat itu adalah dana. Setengah mati kito carikan dananya ini. Nak kelil­ing nyarike dananya itu, belum ada waktu,” pungkasnya.

Saat ditanya tentang kesiapan baik masalah pembangunan khususnya anggaran, Alex tidak ingin berspekulasi dan akan berusahan mencari bantuan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDB). “Beguyur, untuk tahap awal fondasi dan sebagainya sudah ada, tetapi untuk tahap selanjutnyo, kito masih carikan lagi. Dan, kalau pakai APBD terlalu besar, tidak sanggup APBD mendukungnya, apalagi APBD banyak untuk yang lain. Jadi harus mencari bantuan dari pihak ketiga baik itu dalam maupun luar negeri. Kamu tu melok berdoa jugo,” tutupnya.

Pendanaan Yayasan Masjid Nasional Sriwijaya ini dilak­sanakan melalui saweran para pengurus. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah tokoh Nasi­onal asal Sumsel, seperti mantan Ketua Komisi Yudisial yang juga Pembina Yayasan Masjid Nasional Sriwijaya Jimly As­shidiqie, mantan anggota DPR RI Asmawati dan Mala Fatma Noerdin.

Saweran pengurus dan to­koh-tokoh asal Sumsel yang notabene berkiprah di kancah nasional ini/ guna mendukung kelancaran pembangunan Mas­jid Raya Sriwijaya agar segera rampung dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, Gubernur Alex yakin dan optimis pemban­gunan Masjid Raya Sriwijaya dapat selesai pada waktunya. Selain mendapat suntikan dana dari Islamic Development Bank dan negara Islam lainnya juga peran serta putra-putri Sumsel yang saling bersinergi dalam pembangunan masjid. Hal ini disampaikan Alex saat meng­hadiri silaturahim dan penga­jian Jam’Iyah Masjid Nasional Sriwijaya, belum lama ini di Ja­karta. (mrf)