- Imam Salat Istisqa Ajak Masyarakat dan Para Pemimpin Sumsel Bertaubat
- Presiden Prabowo Berikan Atensi Percepat Penanganan Karhutla Sumsel
- Hotspot Meningkat, Karhutla di Sumsel 1.672 Kali dengan Luas Lahan Terbakar 1.926,2 Hektare
- Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Kalimantan
- Kolaborasi RRI-SMSI, Menjaga Kedaulatan Informasi di Ruang Digital
Faux Pas, Ratu Sinuhun Dilecehkan Gadis Palembang
PALEMBANG – Wakil (Puteri) Sumsel, Nur Harisyah Pratiwi (21) yang lebih akrab dipanggil Caca itu tampil dengan busana bertema “Ratu Sinuhun” lengkap dengan cawan sirihnya saat gelaran Malam Bakat Seni dan Budaya Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2017, Senin (27/3). Sepintas tidak ada yang aneh dengan busana yang dikenakan Gadis Palembang itu. Hanya saja, bagian kain terbelah yang menyingkap betis hingga paha dianggap tidak mencerminkan sosok Ratu Sinuhun yang menjadi salah satu simbol islami Kesultanan Palembang Darussalam. Faux pas, begitu istilah mode dari bahasa Prancis untuk menyebut kesalahan dalam perancangan kostum yang melanggar norma, etika, adat, dan budaya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengaku tidak dilibatkan dalam proses penentuan wakil Sumsel pada ajang PPI 2017. Dikatakannya, manajemen Caca yang langsung mendaftarkan diri ke Yayasan Puteri Indonesia tanpa melalui Pemprov Sumsel. “Kehadiran dia (Caca) di ajang itu bukan rekomendasi atau usulan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel. Untuk hal-hal teknis termasuk busana yang dikenakan, semuanya diatur manajement Caca,” terang Irene kepada Simbur, Rabu (29/3).
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sudirman Teguh kepada Simbur menjelaskan, sebenarnya masalahnya adalah busana yang mengatasnamakan Ratu Sinuhun. Selain sebagai pembuat kitab Simbur Cahaya, Ratu Sinuhun juga juga penghafal Alquran dan merupakan istri dari Raja Palembang Darussalam, Raja Sido ing Kenayan.
“Sebenarnya, masalah datang karena pada bagian bawah busana itu terbuka sampai ke paha Caca. Seandainya busana itu tidak terlalu terbuka, mungkin masyarakat masih memakluminya. Jangan-jangan desainernya tidak mengenal siapa Ratu Sinuhun sehingga di benaknya sosok sang Ratu haruslah berpenampilan anggun seperti yang dideskripsikannya,” ungkapnya, Rabu (29/3). (mrf/cjs01)
(Baca selengkapnya di surat kabar Simbur Sumatera edisi April 2017)



