- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Desainer Kostum Ratu Sinuhun Harus Tanggung Jawab
PALEMBANG – Kostum Ratu Sinuhun yang dipakai Nur Harisyah Pratiwi pada Malam Bakat Seni Budaya Pemilihan Puteri Indonesia, Senin (27/3) lalu mendapat sorotan dari budayawan Sumsel. Sosiolog budaya, Saudi Berlian mengkritisi hal tersebut.
“Yang jelas, Ratu Sinuhun adalah seorang penganut Islam yang taat (kuat). Hanya saja kita belum melihat secara langsung busana yang digunakan oleh Ratu Sinuhun sehingga masih harus lebih cermat untuk membahas persoalan ini,” ungkap Saudi kepada Simbur.
Hanya saja, menurut Saudi, yang perlu dilakukan adalah klarifikasi dari desainer tentang alasan dia merancang busana tersebut. “Pasti dia (desainer) memiliki alasan tersendiri dalam merancang busananya. Karena dalam merancang busana tersebut, desainer bisa saja sudah melihat visual Ratu Sinuhun atau hanya melalui gagasan dia dari bukti-bukti tekstual,” kata dia.
Ditambahkannya, jika gagasan yang ada itu menggambarkan jika sang ratu adalah muslim yang taat, semestinya visualnya tidak akan seperti yang ditampilkan di ajang PPI 2017. “Dalam kitab Simbur Cahaya mengatur tentang bagaimana seharusnya seorang perempuan dalam bersikap,” tutupnya. (mrf)



