- Rindam II/Sriwijaya Gembleng 365 Calon Prajurit Siswa di Lahat
- Satu Korban Tewas akibat Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah
- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
Desainer Kostum Ratu Sinuhun Harus Tanggung Jawab
PALEMBANG – Kostum Ratu Sinuhun yang dipakai Nur Harisyah Pratiwi pada Malam Bakat Seni Budaya Pemilihan Puteri Indonesia, Senin (27/3) lalu mendapat sorotan dari budayawan Sumsel. Sosiolog budaya, Saudi Berlian mengkritisi hal tersebut.
“Yang jelas, Ratu Sinuhun adalah seorang penganut Islam yang taat (kuat). Hanya saja kita belum melihat secara langsung busana yang digunakan oleh Ratu Sinuhun sehingga masih harus lebih cermat untuk membahas persoalan ini,” ungkap Saudi kepada Simbur.
Hanya saja, menurut Saudi, yang perlu dilakukan adalah klarifikasi dari desainer tentang alasan dia merancang busana tersebut. “Pasti dia (desainer) memiliki alasan tersendiri dalam merancang busananya. Karena dalam merancang busana tersebut, desainer bisa saja sudah melihat visual Ratu Sinuhun atau hanya melalui gagasan dia dari bukti-bukti tekstual,” kata dia.
Ditambahkannya, jika gagasan yang ada itu menggambarkan jika sang ratu adalah muslim yang taat, semestinya visualnya tidak akan seperti yang ditampilkan di ajang PPI 2017. “Dalam kitab Simbur Cahaya mengatur tentang bagaimana seharusnya seorang perempuan dalam bersikap,” tutupnya. (mrf)



