Menristekdikti Panggil Rektor Unsri

  • SURABAYA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir akan segera memanggil Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri). Pemanggilan itu terkait insiden tewasnya dua mahasiswa, Taufik dan QZ. Keduanya tenggelam di danau buatan dalam rangkaian acara pendidikan dasar kepemimpinan BEM KM FKIP Unsri.

    “Saya akan pangil rektornya untuk mengetahui secara detail,” kata Nasir, di sela-sela sosialisasi Program Beasiswa Bidikmisi di Pesantren Mambaul Anwar, Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Selasa (28/3).

    Menristekdikti mengatakan, pemanggilan Rektor Unsri salah satunya bertujuan untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tewasnya dua mahasiswa di kampus tersebut.

    Rektor, menurut dia, sebaiknya memberi peringatan kepada tim pembina terkait insiden tewasnya mahasiswa di lingkungan kampusnya. “Saya juga akan menunggu hasil investigasi kasus,” katanya.

    Nasir mengatakan sejauh ini dirinya telah mendapat penjelasan singkat dari Rektor Unsri, yang menjelaskan bahwa tewasnya dua mahasiswa itu terjadi di luar rangkaian acara pendidikan dasar (diksar) kepemimpinan, namun di acara syukuran pascakegiatan utama.

    Dua mahasiswa Unsri itu meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan pada Minggu (26/3). Mereka termasuk mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi 2016. Keduanya tewas tenggelam di kolam di belakang Kampus Unsri.

    Sebelumnya, Rektor Unsri Anis Saggaf mengatakan telah menyerahkan kasus ini ke pihak berwajib. “Selain keluarga, kami juga merasa  sangat kehilangan. Tentang musibah ini, semua proses telah diserahkan kepada Polres di hari kejadian. Doakan saja semoga tidak ada unsur kesengajan terhadap para korban,” ungkap Anis Saggaff. (Antara)