- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Rektor Unsri: Semoga Tidak Ada Unsur Kesengajaan
PALEMBANG – Puluhan pelayat terlihat memadati rumah duka mendiang Muhamad Taufik Hidayat, sekaligus untuk mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Selain keluarga dan kerabat, Rektor Unsri beserta Dekan FKIP Unsri yang turut hadir di rumah duka di kawasan Jl Supersemar Lrg Kalpataru No 19 Kecamatan Kemuning, Palembang menyampaikan rasa bela sungkawanya kepada keluarga korban.
“Selain keluarga, kami juga merasa sangat kehilangan. Tentang musibah ini, semua proses telah diserahkan kepada Polres di hari kejadian. Doakan saja semoga tidak ada unsur kesengajan terhadap para korban,” ungkap Anis Saggaff, Rektor Universitas Sriwijaya kepada awak media, Senin (27/3).
Anis menegaskan, Pendidikan Dasar (Diksar) yang dilakukan bukanlah perpeloncoan. Jika dari pihak kepolisian mengatakan terbukti adanya unsur kekerasan atau kesengajaan dalam proses LKMTD tersebut, akan segera dilakukan tindakan yang serius. Sementara, keluarga korban masih sangat terpukul atas musibah yang menimpanya. Belum ada satu pun yang memberikan komentar terkait peristiwa tersebut.
Teman dekat korban semasa SMA, Idhal mahasiswa Jurusan Ekonomi Universitas Islam Negri (UIN) Raden Fatah Palembang, menceritakan bahwa sosok Taufik adalah teman yang baik dan suka bercanda. Almarhum adalah alumnus SMA YPI Tunas Bangsa yang dikenal sebagai sosok pendiam dan berprestasi.
“Taufik itu anak yang pintar, juara 3 di kelas. Dia juga polos bahkan belum pernah pacaran. Kemarin sempat ngajak ketemuan di hari Minggu, karena dia akan pulang pada hari Minggu,” ungkap Idhal kepada Simbur. Mahasiswa semester dua ini tidak menyangka pulang di hari minggu yang dimaksud menjadi pertanda kepulangan selama-lamanya bagi Taufik.
Idhal juga menunjukkan pesan balasan terakhir korban di media sosial Facebook yang bertuliskan, “Iya Do, betapa semakin dekat aku dengan kematian, betapa cepatnya dunia ini berputar dengan aku yang penuh dosa. Terima kasih sudah menjadi orang pertama yang mengingatkan umurku semakin tua,” tulis korban di akun Facebook-nya, saat temannya memberi ucapan selamat ulang tahun 27 Februari lalu.
Perlu diketahui, korban adalah mahasiswa berprestasi yang lulus ke Unsri melalui jalur undangan bidik misi. anak bungsu dari dua bersaudara ini tewas tenggelam bersama satu korban lainya yang diketahui bernama Kigjet, saat mengikuti kegiatan LKMTD yang digelar BEM KM FKIP Unsri, (26/03) Sore. Diduga kedua mahasiswa tersebut tewas akibat tidak bisa berenang saat melintas danau sebagai salah satu kegiatan untuk mengambil logo BEM KM FKIP tersebut. (CJS01)



