- Ratusan Kades Hadiri Pelantikan SMSI Lahat
- Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama Triwulan I Tahun 2026
- Satu Warga Tewas, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Manado Dievakuasi akibat Gempa dan Tsunami
- Pastikan Aset Negara di Bawah TNI AD Tertib Administrasi dan Punya Kepastian Hukum
- Jembatan SP 4 Plakat Tinggi Ambrol, Kondisi Jalan Mendesak Diperbaiki
Ulama Bela Pancasila, Ganyang Kelompok Orang Tak Beragama
PALEMBANG – Memanasnya isu perpecahan yang sedang terjadi di Indonesia. Rangkaian peristiwa sudah menjadi isu nasional yang menyedot banyak perhatian dari semua kalangan dan energi. Dimulai kasus penistaan agama Islam oleh Basuki Djahja Purnama beberapa waktu lalu, sampai kriminalisasi ulama, habib serta isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia (Neo-PKI) yang saban hari semakin berani menampakkan eksistensinya.
Menanggapi itu, umat Islam yang tergabung dalam Aliansi Muslim Nasionalis Sumatera Selatan (Almunas) menggelar ‘Aksi Damai 302 Membela Ulama’ mengecam segala persoalan yang disinyalir berpotensi merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terutama isu kriminalisasi ulama dan Habaib serta kebangkitan Neo-PKI. Aksi damai yang diikuti ribuan umat Islam yang ada di Palembang, dilaksanakan di Bundaran Air Mancur depan Masjid Agung Palembang, Jumat (3/2).
Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Sumsel Habib Mahdi Muhammad Syahab dalam orasinya mengatakan jika aksi yang dilakukan adalah sebuah gerakan moral sebagai bentuk keprihatinan atas persoalan-persoalan yang ada saat ini terutama ketidak adilan hukum bagi umat Islam di Indonesia.
“Dulu kita tenang dan saling menghargai tetapi akhir-akhir ini kita di adudomba. Kitalah yang mencintai Pancasila tapi malah kita disebut anti Pancasila,” pungkasnya yang disertai takbir oleh peserta aksi.
Habib Mahdi juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah membantu baik itu ormas-ormas Islam, pesantren, OKP dan lain lainnya. “Semuanya harus siap tertib dan damai. Kita buktikan kalau umat Islam Sumsel adalah umat yang damai. Jangan ada yang terprovokasi dan jangan ada yang keluar dari komando ulama. Jangan mau dipecah belah, jangan mau diprovokasi dan jangan mau di adu domba,” serunya.
Senada, Ustaz Taufiq Hasburi yang mewakili Majelis Maspuro mengatakan, yang menyatukan umat Islam adalah iman dan Islam apapun status sosialnya saat ini. “Sekarang membela agama dan tidak membela yang lain. Tapi aneh dan tidak wajar jika ada agama Islam yang justru membela agama lain. Jangan jadi orang bodoh dengan membela agama lain. Allah swt akan melihat sampai dimana kita membela agama-Nya,” ujarnya.
Hadir dalam aksi, Ketua umum KNPI Sumsel, M Hidayat mengajak seluruh pemuda dan OKP menyatakan bahwa Sumsel adalah daerah aman tidak ada konflik antar agama dan NKRI harga mati. KNPI Sumsel juga mengecam jika ada yg mau membubarkan FPI.
“Kami akan ada di barisan terdepan karena FPI didirikan berdasarkan undang-undang yang berlaku. Jadi yang kemarin demo untuk membubarkan FPI, cepat-cepatlah kembali kejalan yg diridai Allah swt,” ujarnya.
Tidak mau ketinggalan, untuk menegaskan kembali komitmennya, Pemuda Pancasila Kota Palembang pun turut mendukung keutuhan NKRI. “Pancasila harus tegak. Kita umat Islam harus menjaganya. Jika ada oknum yang ingin memecah belah mari kita ganyang. Dan ingat, musuh bersama kita adalah PKI (termasuk kelompok orang yang tidak beragama). Saat ini mereka semakin berani muncul ke permukaan,” serunya.
Ada juga Elman Kuano yang juga merupakan pengacara muslim Sumsel yang tergabung dalam Aliansi Advokat Islam menyerukan sikapnya untuk siap membela Islam, FPI dan Habib Rizieq Shihab (HRS). Baginya, musuh umat Islam saat ini hanya ada dua yaitu PKI dan antek-anteknya serta orang-orang yang ingin menghancurkan Islam di Indonesia. “Kalau ada yang menyenggol HRS kita siap menumpahkan darah dan jihad. Jangan pernah ragu berbicara agama, politik karena islam tidak bisa dipisahkan dengan NKRI. Kalau hukum sudah melenceng, maka kita harus melawan. Kalau ada orang yang mencoba menghasut untuk membenci FPI maka dia adalah PKI. Jangan ragu untuk menangkap oknum tersebut,” tegasnya. (mrf)



