- Barang Bukti Narkoba Jaringan Internasional Dimusnahkan di Palembang
- Pangdam II/Sriwijaya Tekankan Kesiapsiagaan Prajurit Tangani Karhutla
- Karhutla Masuk Kota dan Mengintai Lapas di Palembang, Petugas Terkendala Air
- Atasi Karhutla, Sumsel Diguyur Dana Bantuan Presiden Senilai Rp100 Miliar
- Luas Fire Spot di Sumsel 404 Hektare, 47 Kasus Karhutla dengan 39 Tersangka
Barang Bukti Narkoba Jaringan Internasional Dimusnahkan di Palembang
Ia menilai, data survei mengenai penyalahgunaan narkoba harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, penurunan angka statistik tidak boleh langsung dimaknai bahwa persoalan narkoba telah selesai, sebab masih terdapat kemungkinan adanya masyarakat yang belum terdeteksi dalam survei.
“Kalau angka statistik kita turun, jangan dulu bangga. Bisa jadi daerah lain yang naik jumlahnya, tetapi kita statis di angka kita. Karena dalam survei, terutama menyangkut narkoba, orang tentu cenderung merahasiakannya,” ujarnya.
Karena itu, Herman Deru mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya mengandalkan teknologi maupun informasi dari satu sumber dalam mengungkap jaringan narkoba. Menurutnya, karakter jaringan narkoba yang tertutup membuat upaya pemutusan mata rantai membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Tantangannya adalah bagaimana memutus mata rantai. Semakin tinggi teknologi pihak penegak hukum, mereka juga meng-upgrade dirinya. Karena itu, informasi dari masyarakat menjadi sangat penting,” katanya.
Ia menilai, setiap orang dapat mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing. Terlebih bagi mereka yang memiliki jabatan maupun pengaruh di tengah masyarakat, peran tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan pencegahan dan memberikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitar.
“Minimal kita bisa mencegah dan menginformasikan. Ini yang mahal. Karena jaringan ini pasti jaringan tertutup, tetapi penggunanya sebenarnya bisa terlihat dengan nyata,” tegasnya.
Lebih jauh, Herman Deru juga menyoroti bahwa dalam rantai peredaran narkoba, tidak semua pihak memiliki posisi yang sama. Pengguna, kurir, hingga pelaku yang berada pada tingkatan lebih tinggi memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut.



