- Empat Perusahaan di Sumsel Disanksi Terkait Karhutla 2026
- Menhut Beri Saran Padamkan Karhutla Sumsel secara Spiritual, Gubernur: Jangan Berharap Hujan
- Gubernur Tegaskan Penanganan Karhutla Sumsel Masuk Tahap Penegakan Hukum
- Ratusan Hektare Lahan di Muba Terbakar, Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla
- Gunung Sinabung Meletus, Muntahkan Abu Vulkanik 3.500 Meter di Atas Puncak
Menhut Beri Saran Padamkan Karhutla Sumsel secara Spiritual, Gubernur: Jangan Berharap Hujan
# Kepala BNPB Komitmen Perkuat Operasi Darat dan Udara
PALEMBANG, SIMBUR – Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menyepakati arahan untuk memperbanyak pasukan darat dalam penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Ia menilai operasi di lapangan harus diperkuat dengan pengaturan jadwal dan peta perjalanan pasukan secara jelas agar pemadaman dapat dilakukan secara efektif.
“Saatnya sekolah (terjun) di lapangan. OMC tetap dilakukan di mana pun karena membantu kelembapan dan mengantisipasi karhutla. Atur betul jadwal dan peta perjalanan pasukan darat dalam memadamkan api,” kata Raja Juli dalam Rapat Terbatas Penanganan Karhutla bersama Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (31/8).
Ia juga mengumumkan bahwa pada Selasa (1/9) akan ada satu pesawat tambahan dari Rusia untuk mendukung operasi water bombing di Sumsel. “Ini adalah all out work. Apa pun harus dikerjakan, bahkan secara spiritual. Bulan perjuangan kita adalah di bulan September,” tegasnya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pihaknya terus mengintensifkan operasi darat dan udara. Upaya ini dilakukan untuk menekan kemunculan titik api (hotspot) sekaligus mencegah risiko kabut asap lintas batas di tengah puncak musim kemarau dan fenomena El Nino 2026.
Data pemantauan per 30 Agustus 2026 mencatat sisa area yang memerlukan pemadaman dan pemantauan ketat di Sumsel tersisa 67,06 hektare. Dari luas tersebut, patroli udara mendeteksi 11 titik api mencakup area lebih kurang 45 hektare, sementara pengecekan lapangan (ground check) Satgas Darat mendeteksi area seluas sekitar 22,06 hektare.
“Hasil operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan membuktikan bahwa Satgas Darat yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Basarnas, Relawan dan sektor swasta ini menjadi kekuatan utama dan harus semakin ditingkatkan kekuatannya,” ujar Suharyanto saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 di Griya Agung, Senin (31/8) pagi.



