- Pangdam II/Sriwijaya Tekankan Kesiapsiagaan Prajurit Tangani Karhutla
- Karhutla Masuk Kota dan Mengintai Lapas di Palembang, Petugas Terkendala Air
- Atasi Karhutla, Sumsel Diguyur Dana Bantuan Presiden Senilai Rp100 Miliar
- Luas Fire Spot di Sumsel 404 Hektare, 47 Kasus Karhutla dengan 39 Tersangka
- Insan Pers di Sumsel Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Pangdam II/Sriwijaya Tekankan Kesiapsiagaan Prajurit Tangani Karhutla
PALEMBANG, SIMBUR – Pangdam II/Swj Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., menegaskan kesiapsiagaan kepada Prajurit dan PNS Kodam II/Sriwijaya dalam menangani ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. Hal tersebut disampaikan Kapoksahli Pangdam II/Swj Brigjen TNI Junaidi M., S.Sos., M.Si., selaku Inspektur Upacara (Irup) saat membacakan amanat Pangdam II/Swj pada Upacara Bendera 17-an, Kamis (17/9). Upacara bertempat di lapangan apel Makodam II/Swj Palembang.
Guna mengoptimalkan penanganan di lapangan, Kodam II/Sriwijaya mengedepankan pendekatan integratif—mulai dari patroli terpadu hingga tingkat desa, sosialisasi penyiapan lahan tanpa bakar, serta dukungan sarana dan prasarana pemadaman darat dan water bombing yang diperkuat oleh bantuan peralatan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Selain fokus pada penanggulangan bencana, Kodam II/Sriwijaya terus menguatkan peran babinsa dan pembinaan teritorial sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Pangdam. “Hal ini dibuktikan melalui kesuksesan berbagai program teritorial, seperti pembangunan Jembatan Merah Putih di daerah terisolasi dan pembuatan sumur bor air bersih untuk ribuan kepala keluarga,” ujar Pangdam.
Tak hanya itu, prajurit Kodam II/Sriwijaya juga dikerahkan sebagai pengawal utama keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) demi mewujudkan kedaulatan pangan dan iklim ekonomi kerakyatan yang kondusif di wilayah Sumsel dan Babel.(red/rel)



