- Pangdam II/Sriwijaya Tekankan Kesiapsiagaan Prajurit Tangani Karhutla
- Karhutla Masuk Kota dan Mengintai Lapas di Palembang, Petugas Terkendala Air
- Atasi Karhutla, Sumsel Diguyur Dana Bantuan Presiden Senilai Rp100 Miliar
- Luas Fire Spot di Sumsel 404 Hektare, 47 Kasus Karhutla dengan 39 Tersangka
- Insan Pers di Sumsel Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Karhutla Masuk Kota dan Mengintai Lapas di Palembang, Petugas Terkendala Air
PALEMBANG, SIMBUR — Kebakaran lahan mulai masuk Kota Palembang. Kali ini terjadi di kawasan Perumahan Taman Asri, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Rabu (16/9) malam. Di tengah kondisi lahan yang kering, petugas terus bergerak memastikan bara yang tersisa tidak kembali berubah menjadi kobaran api.
Kasie Kedaruratan BPBD Kota Palembang, Muhammad Aryansah mengatakan, penanganan kebakaran lahan bukan sekadar soal memadamkan api. Di lapangan, petugas juga harus berpacu dengan kondisi lingkungan yang kering dan keterbatasan pasokan air. “Saat ini kami sedang berada di titik api yang keempat di Kecamatan Sematang Borang ini,” ujar Aryansah.
Ia menjelaskan, kejadian bermula dari Jalan Takwa, tepatnya di belakang Lapas Kelas I Kota Palembang. Laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 14.15 WIB. BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang kemudian langsung bergerak menuju lokasi. “Di lokasi pertama kami menurunkan dua unit mobil Damkar dan dua unit mobil BPBD untuk pemadaman, durasi pemadaman sekitar 2 jam setengah,” katanya.
Upaya pemadaman sempat dilakukan, namun api kembali muncul. Titik kedua masih berada di sekitar Jalan Takwa, sementara titik berikutnya berada di kawasan perumahan dan sekitar belakang TPU Sematang Borang. “Setelah itu hidup api lagi di titik kedua di seputaran Jalan Takwa, tetap di lokasi yang sama tapi agak sedikit maju ke dalam. Jadi, lokasi kedua dan lokasi ketiga ini di Jalan Perumahan Taman Puri, itu tepatnya di belakang TPU Sematang Borang.” tutur Aryansah.
Memasuki titik keempat, petugas kembali melakukan penanganan. Dari titik pertama, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari satu hektare. Sementara luas area pada titik keempat masih dalam pendataan.
Namun, di balik upaya pemadaman tersebut, terdapat tantangan lain yang tidak kalah penting yakni air. Kondisi kering yang terjadi di sejumlah wilayah Palembang membuat kebutuhan air untuk pemadaman semakin tinggi. Aryansah menyebut kawasan tersebut juga masuk dalam wilayah yang terdata mengalami kekeringan.
“Kalau kendalanya, sekarang mengalami kendala yaitu air. Karena memang situasi di seputaran Kota Palembang ini sedang kekeringan. Apalagi ini termasuk kecamatan yang kekeringan, masuk data di kami itu wilayah kekeringan,” jelasnya.
Mengenai penyebab kebakaran, petugas masih belum dapat menyimpulkan secara pasti. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, Aryansah menyampaikan dugaan awal yang masih perlu dibuktikan lebih lanjut. “Saat ini faktor api belum bisa kita simpulkan. Kurang lebih ini sepertinya memang ada kesengajaan dibakar. Karena api tidak mungkin muncul tiba-tiba.” katanya.



