- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Terapkan Kecerdasan Buatan dalam Pengambilan Keputusan, Simbur Hadirkan Jurnalisme Berkelanjutan
Azhari menambahkan, jurnalisme berkaitan pula dengan pembangunan berkelanjutan, dan berangkat dari dua krisis berkelanjutan kontemporer, yakni masyarakat dan media. Krisis berkelanjutan di masyarakat terkait dengan perubahan iklim, geopolitik dan ekonomi global, serta kemiskinan esktrem di tataran lokal. Sementara, krisis berkelanjutan media menyangkut penurunan pendapatan, disinformasi, jebakan clickbait, serta memburuknya kepercayaan terhadap media massa.
“Jurnalisme berkelanjutan menunjukkan bahwa krisis-krisis ini saling terkait satu sama lain. Masyarakat berkelanjutan memerlukan jurnalisme yang mampu mengambil keputusan dalam menjawab tantangan berkelanjutan yang dihadapi,” ujarnya.
Dikatakannya, masa depan jurnalisme berkelanjutan sebagai sebuah praktik dan bisnis, kata dia, bergantung pada kemampuan untuk melakukan banyak hal. Jurnalisme berkelanjutan berkaitan dengan bagaimana keputusan, proses dan aktivitas akan memengaruhi generasi mendatang sehingga memungkinkan mereka memiliki harapan yang sama di masa depan.



