- Pangdam II/Sriwijaya Jadi Narasumber Seminar Kebangkitan Nasional
- Kemendagri dan Dekranas Gelar Pelatihan Pewarna Alami di Alor
- Tinjau Langsung Program TMMD Ke-128
- PWI Pusat Tetapkan Susunan Pengurus Baru, Marthen Selamet Susanto Jabat Sekjen
- Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, PWI Pusat Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia
Terapkan Kecerdasan Buatan dalam Pengambilan Keputusan, Simbur Hadirkan Jurnalisme Berkelanjutan
Azhari menambahkan, jurnalisme berkaitan pula dengan pembangunan berkelanjutan, dan berangkat dari dua krisis berkelanjutan kontemporer, yakni masyarakat dan media. Krisis berkelanjutan di masyarakat terkait dengan perubahan iklim, geopolitik dan ekonomi global, serta kemiskinan esktrem di tataran lokal. Sementara, krisis berkelanjutan media menyangkut penurunan pendapatan, disinformasi, jebakan clickbait, serta memburuknya kepercayaan terhadap media massa.
“Jurnalisme berkelanjutan menunjukkan bahwa krisis-krisis ini saling terkait satu sama lain. Masyarakat berkelanjutan memerlukan jurnalisme yang mampu mengambil keputusan dalam menjawab tantangan berkelanjutan yang dihadapi,” ujarnya.
Dikatakannya, masa depan jurnalisme berkelanjutan sebagai sebuah praktik dan bisnis, kata dia, bergantung pada kemampuan untuk melakukan banyak hal. Jurnalisme berkelanjutan berkaitan dengan bagaimana keputusan, proses dan aktivitas akan memengaruhi generasi mendatang sehingga memungkinkan mereka memiliki harapan yang sama di masa depan.



