Ungkap 676 Karung Pupuk Tak Terdaftar 

PALEMBANG, SIMBUR – Peredaran pupuk diduga tidak mengantongi izin edar Kementerian Pertanian diungkap Unit 1 Subdit 1 Tipid Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel. Dari kasus sebanyak 31,8 ton pupuk ini diamankan tiga orang tersangka berinisial MT pemilik toko di Sungai Lilin, Muba dan tersangka NS dan AM pemilik toko dan sales di Talang Kelapa Banyuasin.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi MM didampingi Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Bagus Suryo Wibowo SIk MH dan Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Provinsi Sumsel Syarif Fathony membeberkan dalam gelar kasus ini kemarin Rabu (24/5/23) pukul 14.17 WIB.

“Kasus ini ditemukan di dua TKP, pertama di Pasar Sungai Lilin, Muba pada Rabu (6/2/23), dengan tersangka MT dengan BB 300 karung pupuk seberat 13 ton. TKP kedua, pada Senin (20/2/23) di KM 16, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, dengan tersangka NS dan AM serta BB 376 karung pupuk seberat 18,8 ton,” jelas Bagus.

Untuk jenis pupuk dari TKP di Pasar Sungai Lilin, yakni NPK Phosnka plus Avatara. Sedangkan TKP Talang Kelapa, Banyuasin jenis pupuk SP 36 Avatara, Avatara Mutuara, NPK Avatara, NPK Phosnla plus Avatara dan Phospate Alam.

“Para tersangka melanggar Pasal 73 UU RI No 22 tahun 2019 tentang sistem budidaya pertanian berkelanjutan, maksimal ancamannya 6 tahun dan pidana denda Rp 3 miliar,” cetus Bagus kepada Simbur.

Saat ini barang bukti pupuk diamankan dititipkan di lokasi pergudangan Sukarame, Palembang. “Asal pupuk dari Gersik Jawa Timur, pengembangan sedang kami lakukan untuk mengungkap jaringannya,” tukas Kasubdit Indagsi.

Syarif Fathony selaku Kasi Pupuk dan Pestisida Provinsi Sumsel kasus ratusan pupuk ini terkait tidak mengantongi izin edar dari Kementrian Pertanian. “Terkait keaslian pupuk sedang dalam pemeriksaan. Tapi yang jelas, pupuk ini setelah dicek tidak terdaftar di Kementrian Pertanian,” tukas Syarif. (nrd)