- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Cek Posko Pengamanan KTT G20, Siapkan Pendeteksi Bom dan Potensi Kontingensi
PALEMBANG, SIMBUR – Salah satu titik posko Brimob di Pura Pantai Geger, Bali, didatangi langsung Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo. Pengecekan kesiapan personel pengamanan, pada Sabtu (12/11/22) pagi tersebut. Pengecekan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Konfrensi Tingkat Tinggi G20 agar bisa berjalan aman dan lancar.
Jelang pelaksanaan, maka harus dipastikan seluruh peralatan yang digunakan, untuk menghadapi situasi kontijensi. Terkait dengan bencana, mulai dari peralatan SAR di laut, darat dan di udara. Hingga potensi ancaman bom dapat dioperasionalkan.
“Semua kami cek satu-satu, mulai dari alat pendeteksi, kemudian alat untuk melaksanakan evakuasi dan juga alat untuk penghancuran (bom) atau explosive. Peralatan terkait kesiapan apabila ada ancaman-ancaman dengan masalah bom dan juga kimia radioaktif, alat pendeteksi, alat evakuasi, dan juga alat penghancuran, peralatan kita sudah siap,” cetusnya.
Sebab, menurut Kapolri, penyelenggaraan KTT G20 di Bali adalah kehormatan bagi Indonesia. Belum tentu dilaksanakan 20 tahun sekali. Bahkan pengecekan kesiapan dari anggota dan peralatan mulai dari adanya kerusuhan hingga bencana alam pun telah disiagakan.
“Apabila ada kontijensi terkait dengan masalah bencana kami cek satu-satu mulai dari peralatan SAR di darat dan laut semuanya terjaga dengan baik,” tegasnya.
Eks Kapolda Banten ini melanjutkan, termasuk personel juga disiagakan, bila menghadapi kondisi kerusuhan maupun ketika terjadi peningkatan eskalasi. Ia menginstruksikan, agar personel terus berlatih baik menjalankan tugas pengamanan maupun mengoperasionalkan peralatan.
“Agar saatnya dalam waktu cepat, mereka semua bisa bergerak dan melakukan tugas-tugas sesuai dengan apa yang menjadi tantangan dan ancaman tugas,” timbangnya.
Sejumlah mobil yang telah dilengkapi dengan alat pendeteksi benda-benda berbahaya hingga mobil escape. Seluruh rute yang akan dilewati oleh delegasi dan tamu VVIP KTT G20 terpantau dan telah diisi dengan personel di sejumlah titik.
“Saya kira ini menjadi satu optimisme, bahwa pengamanan rangkaian pelaksanaan KTT G20 yang akan dilaksanakan dari TNI-Polri semuanya dalam posisi siap melaksanakan tugas,” harap Listiyo Sigit.
Total ada 4 posko di 4 venue yang disiapkan dalam pengamanan KTT G20. Peningkatan dan perbaikan hingga puncak penyelenggaraan. “Di sisa waktu yang ada ini, terhadap hal-hal yang harus ditingkatkan terutama potensi-potensi kontijensi. Karena ancaman-ancaman yang ada kita buatkan asumsi maksimalnya. Saya meminta anggotanya untuk semangat mengamankan KTT G20 dan selalu berkoordonasi dengan instansi lainnya termasuk TNI,” tukasnya. (nrd)



