Ketua BPC Perhumas Palembang: Menteri Kominfo Bakal Hadir di Tengah Ribuan Humas Indonesia

# KNH Bertransformasi Jadi KHI, Tingkatkan Kompetensi Lintas Generasi

 

PALEMBANG, SIMBUR – Puncak rangkaian acara 50 Tahun Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) bakal digelar dalam Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2022. Kegiatan tersebut rencananya digelar secara hybrid dari Ballroom Djakarta Theater XXI pada 14-15 Desember mendatang.

Ketua BPC Perhumas Palembang, Dr Desy Misnawati MIKom didampingi juru bicara Regita Dita Rifanni SIKom menjelaskan, kegiatan ini dulunya disebut dengan Konvensi Nasional Humas (KNH). Pada momen emas ini, KNH bertransformasi menjadi KHI.

“Dalam konvensi ini nantinya akan mengulas perkembangan dunia Public Relations. Di antaranya seputar kebangkitan Indonesia, perkembangan society 5.0, teknologi, ekonomi kreatif, budaya serta generasi muda, bersama narasumber lintas industri, para praktisi dan akademisi kehumasan,” ungkapnya, Senin (7/11).

Melalui Konvensi Humas Indonesia, lanjut dia, diharapkan dapat menghasilkan pemikiran dalam mentransformasikan peran humas dalam tatanan strategis serta dapat melahirkan gagasan dalam menciptakan branding Indonesia. “Selanjutnya menjadi acuan bagi Perhumas dan stakeholdernya menjadi agen perubahan dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru, mengadopsi perubahan-perubahan yang terjadi untuk membangun keahlian dalam menghadapi situasi pandemi saat ini dan ke depannya,” paparnya.

Dia menambahkan, tahun ini merupakan tahun Emas Perhumas. Dalam rangkaian lima puluh tahun ini, peran penting profesi humas tanah air dewasa ini untuk mengangkat Indonesia demi pengaruh kuat di kancah global diiringi dengan peningkatan kompetensi lintas generasi. Terlebih terus mempersiapkan generasi muda Indonesia yang berpengaruh positif di dunia, menjadi latar momentum menuju 50 Tahun Perhumas dengan serangkaian acara, yakni, Konvensi Humas Indonesia 2022, Buku 50 Tahun Perhumas, dan Pertemuan Humas Muda (Pemuda) Indonesia.

Peserta Konvensi Humas Indonesia terdiri dari praktisi, pemerhati, akademisi dan anggota Perghumas seluruh Indonesia. Pembukaan Konvensi Humas Indonesia direncanakan akan dibuka kembali oleh Presiden Republik Indonesia. Keynote Speech akan disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate.

“Pembicara-pembicara lainnya terdiri dari pakar dan praktisi kehumasan, sehingga akan memberikan kontribusi bagi peningkatan profesionalisme peserta konvensi sekaligus mengangkat reputasi dan citra Indonesia menghadapi persaingan global,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Perhumas Indonesia Boy Kelana Soebroto MCIPR menjelaskan, perubahan Konvensi Nasional Humas (KNH) menjadi Konvensi Humas Indonesia (KHI) saat perayaan 50 Tahun Perhumas. Perubahan tersebut, kata Boy, untuk meningkatkan peran humas Indonesia agar dapat berkiprah di kancah internasional. Perubahan itu, kata Boy, mengacu pada Garis-garis Besar Haluan Organisasi (GBHO)  yang diresmikan saat Munas (Musyawarah Nasional) Desember tahun lalu (2021).

“Salah satu tujuan organisasi, Perhumas bisa berperan di tingkat global untuk meningkatkan reputasi Indonesia di mata dunia. Artinya, konvensi ini harus bisa diikuti oleh teman-teman dari luar Indonesia dan membawa harum nama Indonesia di mata dunia,” ujarnya.

Boy menjelaskan, dirinya saat ini menjadi world member di Global Alliance for Public Relations and Communication Management. Melalui komunitas terbesar di dunia bidang PR dan komunikasi) yang mewakili Perhumas serta mewakili Indonesia, Boy berharap dapat menjangkau lebih banyak humas di Indonesia dan belajar banyak dengan humas di luar Indonesia.

“Bisa juga bertukar informasi. Menunjukkan bahwa humas-humas sudah berperan banyak di Indonesia dan bisa belajar juga dari negara-negara lain. Konvensi Humas Indonesia (KHI) diharapkan bisa menjangkau lebih banyak humas-humas Indonesia serta banyak belajar dari luar Indonesia,” paparnya.

Diketahui, Konvensi Humas Indonesia dilaksanakan Perhumas sebagai organisasi profesi Public Relations (PR) yang dikelola secara independen dan non-profit oriented atau nirlaba. Perhumas didirikan pada 15 Desember 1972 dan didukung oleh 18 badan pengurus cabang (BPC) aktif serta beranggotakan 8.000 para praktisi Humas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Perhumas merupakan wadah profesi humas dalam lingkungan swasta. Konvensi Nasional Humas di Bandung, Jawa Barat pada 1993 melahirkan KEKI (Kode Etik Kehumasan Indonesia). Perhumas tercatat sebagai anggota dari IPRA (International Public Relations Association) dan FAPRO (ASEAN Public Relations Organization).(red/rel)