Jaksa Batal Jemput Paksa

# Terdakwa Usia 80 Tahun Terbaring Tak Berdaya di Rumah

# Perkara Sengketa Tanah di Kawasan Plaju, Palembang

 

 

PALEMBANG, SIMBUR – Tim Jaksa Kejati Sumsel dipimpin Kiagus Anwar SH, Kamis (20/1) sekitar pukul 10.00 WIB berupaya melakukan penjemputan paksa terhadap Tjik Maimunah (80) di rumah Tjik di Jalan Simpang Empat Bakaran, Plaju, Palembang. Akan tetapi, upaya paksa itu tidak terlaksana alias gagal setelah Tjik Maimunah yang kondisinya sakit-sakitan telah tua renta. Dia hanya terkulai lemas di ranjang kamarnya. Terpaksa karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, penahanan tersebut tidak dilakukan.

Pantauan Simbur, Tjik Mainumah yang terkulai lemas di ranjang kamarnya, terlihat lemas. Untuk berdiri saja tidak mampu. Dia terus mengeluh dengan raungan yang tertahan berat. Dia menderita sakit komplikasi. Salah satunya diabetes plus darah tinggi dengan kadar gula mencapai 300.

Halaman rumah Tjik Maimunah tampak ramai, oleh para tetangga dan pihak kejaksaan yang datang. Pihak keluarga pun berupaya menegaskan, Tjik Maimunah kondisinya sangat mengenaskan dan tidak berdaya lagi.  Terlihat tim kesehatan dokter melakukan pemeriksaan dan hasilnya Tjik Mainumah sakit. “Dari pemeriksaan kondisi kadar daranya tinggi sampai 300 tadi, normalnya 200 kadar darah itu,” ujar dokter yang memeriksa.

Pak Jaksa, ibu aku memang sakit, idak ngado-ado. Jangan ibu itu (Ratna Juwita N) ngomong sakit-sakit terus. Ibu aku keluar masuk rumah sakit. Ado diabetes, ado teroid, sampek telingo pekak. Pak Jaksa bu Dokter tadi lihat kan. Jadi jangan ngado-ngado, icak-icak sakitlah. Kami masih punya iman pak,” seru Umi Kalsum putri kedelapan Tjik Maimunah.

Terkait perihal tanah sendiri, sengketa tanah itu salah objek bukan di situ. “Kalau dia (Ratna Juwita) menuntut ya tuntut itu Mustafa Ribun, Mansur siapa yang jual belikan. Harusnya orang yang terdahulu dituntut, itukan 2015. Sedangkan disitu 2004 orang sudah buat SPH jadi sertifikat. Nah kalau ibu aku SPH nya sudah 2012,” timpal Umi Kalsum dari 9 bersaudara ini.

Jaksa Ki Agus Anwar SH mengatakan kepada Simbur, hari ini pihaknya telah menerima putusan dari Mahkamah Agung. Pihaknya sudah memanggil yang patut dan dari pihak kuasa hukum Tjik Maimunah yakni Titis Rachmawati SH MH telah mengirim surat penundaan penahanan.

“Surat penundaan penahanan dengan alasan sakit, dari petunjuk pimpinan kami agar dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan Covid-19. Kami ke sini membawa tim medis, juga dokter dan perawat. Hasilnya Tjik Maimunah memang sakit,” tegasnya kepada Simbur.

Anwar menambahkan langkah selanjutnya dilaporkan ke pimpinan. “Terkait kuasa hukum melayangkan surat dilakukan penundahan jemput paksa, tapi diperiksa kembali itu agar objektif. Karena surat itukan dari pihak keluarga. Biar suratnya objektif berimbang, kami bawa tim medis sendiri. Apakah hasilnya sama atau seperti apa,” tukas Jaksa Kejati Sumsel ini.

 

Dokter dari Jaksa Membenarkan Tjik Maimunah Sakit

 

Titis Rachmawati SH MH menegaskan terjadi eksekusi paksa sampai mendatangkan dokter, setelah diperiksa memang benar Tjik Maimunah sakit.  “Benarkan dokter mengatakan klien kami sakit diabetes, ada darah tinggi, dan teroid juga tidak bisa berdiri, tidak ada rekayasa katanya sakit-sakit,” tegasnya kepada Simbur.

Disinggung kuasa hukum Ratna Juwita yakni dr Razman Nasution SH, menyatakan ada permainan dalam perkara sengketa tanah ini, bahkan disebutkan harus memberantas mafia tanah. Kembali menampik tegas pernyataan Razman itu.

Kuasa hukum Ratna Juwita itu Razman Nasution SH MH. Jadi saudara catat ya, Razman Nusution itu, kalau ngomong, kalau statemen cak kaleng rombeng, kaleng rombeng eh kalau mamang itu ngomong. Mamang itu nyaring tapi dak jelas galo,” tegasnya dengan nada geram.

Lalu soal dr Razman juga mengatakan akan datang ke Palembang dan membawa dokter untuk memeriksa Tjik Maimunah. “Ya gak papa kek, mau bawa dokter dari mana, berarti meragukan dokter tadi dong dari Jaksa. Jadi kalau kaleng rombeng, kalau ngomong yang bener. Jangan asal doang kalau ngomong, katanya kami ada rekayasa, kerjasama. Apa gak dia yang kerja sama,” jelasnya.

Titis menegaskan, menyebutkan juga kliennya melakukan pemalsuan. “Kami juga sedang usut, kolusi-kolusi dia. Apalagi bilang mafia tanah, seenaknya saja. Sementara klien dia tanahnya itu di Kelurahan 8 Ulu, tanah itukan di 16 Ulu,”tegasnya.

Perihal vonis selama 3 bulan terhadap Tjik Maimunah dari Mahkamah Agung, Titis menekankan, akan melakukan upaya PK atau peninjauan kembali.  “Putusan secara resmi belum kami terima. Jadi belum bisa berkomentar, dimana hal-hal yang kami pertimbangkan. Sehingga Hakim Mahkamah Agung mengatakan bahwa klien kami ini dituduh melakukan pemalsuan. Kami juga belum tahu, pemalsuan surat yang mana diputus 3 bulan kan begitu,” terangnya.

Apabila harus menjalani vonis hukuman 3 bulan, Titis menegaskan bisa saja majelisnya tidak tidak mendengar dan melihat. “Orang (Tjik Maimunah) umur 80 tahun dituduh melakukan pemalsuan tanah. Sebenarnya itu tanahnya sendiri,” tukasnya.

 

Tegaskan Segera Eksekusi Lahan 

 

Dr Razman Arif Nasution SH SAg MA PhD didampingi Alex Pander SH selaku kuasa hukum Ratna Juwita Nasution, 11 Desember 2021 melalui via telpon menyatakan permohonan jaksa penuntut sebelumnya melayangkan sikap upayakan hukum kasasi, atas putusan hukum bebas terhadap Tjik Maimunah. Akhirya ditingkat Kasasi di Mahkamah Agung dikabulkan.  “Selamat kepada Ratna Juwita Nasution sebagai pelapor dan korban yang berperkara sengketa lahan dengan terlapor Tjik Maimunah, berdasarkan putusan kasasi agar Tjik Maimunah agar segera menjalani proses sesuai putusan,” ungkap Razman kepada Alex Pander tim kuasa hukum Ratna Juwita Nasution, saat ditemui di Jalan Pertahanan Ujung Plaju, Sabtu (11/12/21) sekitar pukul 11.00 WIB.

Ratna sebelumnya mengklaim tanahnya hanya seluas 6000 meter, terletak di Jalan Lematang dan Jalan Pertahanan Plaju, Palembang.  “Alhamdulilah, buah dari ibu Ratna berjuang membela haknya, kita mengawal kasus ini. Akhirnya Mahkamah Agung, mengabulkan kasasi kami. Sehingga berkekuatan hukum tetap dan tidak akan menghalangi proses eksekusi,” ungkapnya.

Kemudian jika ada orang-orang yang menguasai lahan ini, saya peringatkan untuk segera meninggalkan lokasi tanah. “Jika ada bangunan di atasnya untuk segera membongkarnya. Sebelum kami melakukan upaya hukum. Jika ada upaya hukum peninjauan kembali PK, dengan kuasa hukumnya Titis Rachmawati SH MH, membela kepentingan kliennya,” cetus Razman.

Razman kembali menegaskan, agar siapa pun yang menduduki dan memasang plang di lahan tersebut. Segera untuk dicabut, sebelum salinan amar putusan dikeluarkan dan sampai ditangan.  “Bila Titis Rachmawati SH MH dengan kliennya Tjik Maimunah akan melakukan upaya hukum PK dan lain-lain, saya sampaikan PK tidak menghalangi eksekutorial dan PK akan kami kawal. Siapapun yang bertahan dan melawan kami akan ambil tindakan hukum, yang mencoba menghalangi eksekusi yang sudah ingkrach berkekuatan hukum tetap ini,” tegasnya kepada Simbur.

Diketahui nomor register perkaranya di Mahkamah Agung, 1409K/Pid/2021, dengan hakim 1 Yohanes Priyana SH MH didampingi Dr Gazalba Saleh SH MH dan Dr Desnayeti SH MH, dengan putusan mengabulkan permohonan Ratna Juwita pada tanggal 8 Desember 2021. (nrd)