Pindah dari Rutan KPK ke Pakjo, Terdakwa Gratifikasi Masuk Ruang Isolasi

PALEMBANG, SIMBUR – Terdakwa S kontraktor dan Dirut PT Selaras Simpati Nusantara tersandung perkara dugaan suap terhadap 4 paket proyek di Dinas PUPR Muba. Selama ini terdakwa ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih Jl Kuningan, Jakarta Selatan. Akhirnya terdakwa digelandang pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Rutan Pakjo Palembang kelas I Selasa (18/1) sekitar pukul 13.53 WIB.

Terdakwa S diterbangkan menggunakan maskapai GA108, dengan jadwal penerbangan siang pukul 11.30  WIB. Pesawat landing pukul 12.40 WIB, di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin 2 Palembang.  Terdakwa S tampak mengenakan rompi warna orange khas KPK, dengan kedua tangan diborgol. Terdakwa S hanya diam seribu bahasa saat dimintai tanggapan terkait pemindahan tempat penahanannya.

“Terdakwa S kontraktor yang tersandung perkara suap ini, dipindahkan dari Rutan kelas I cabang KPK Jakarta ke Rutan Pakjo Palembang kelas I merupakan hasil dari penetapan majelis hakim PN Palembang,” ungkap Taufik Ibnugroho SH MH, Jaksa Penuntut Umum KPK.

Taufiq menambahkan, penetapannya ada dua poin. Pertama, memindahkan terdakwa S dari Rutan kelas I cabang KPK Jakarta ke Rutan Pakjo Palembang kelas I. “Kedua, untuk batas waktu pemindahannya itu tanggal 20 Januari 2022. Maka kami sebagai jaksa penuntut hari ini melaksanakan sebagaimana penetapan majelis hakim PN Palembang,” timpalnya.

Sebelum dipindahkan ke Rutan Pakjo Palembang kelas I, terdakwa S sudah lebih dulu tes PCR yang hasilnya negatif terdampak Pandemi Covid-19. “Proses peradilannya, kami telah berkoirdinasi dengan pihak Rutan Pakjo Palembang kelas I, akan digelar virtual karena masih harus menjalani isolasi mandiri sebagai tahanan,” tukas Jaksa KPK ini.

Kepala Rutan Pakjo Palembang kelas I Bistok Oloan Situngkir SH MH melalui Dedy Irawan SH MH sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan dan Yoshar Julizar Kasi Pelayanan Tahanan menegaskan, terkait tahanan KPK yang baru datang, pihaknya akan melakukan langkah sesuai SOP dan pencegahan terhadap penyebaran Pandemi Covid-19.

“Pertama diperiksa kesehatan baik itu PCR dan swab antigennya. Baru penggeledahan badan dan barang, lalu diteruskan ke bagian registrasi. Lalu pemeriksaan berkas-berkas tahanan baru ditempatkan di kamar isolasi,” ungkapnya.

Dedy menambahkan tahanan akan ditempatkan di kamar isolasi sesuai prosedur. “Ditempatkan di kamar isolasi selama 14 hari. Ditempatkan sesuai dengan ketentuan, yakni di sel tahanan tipikor,” tukasnya.

Sebelumnya, terdakwa S pada 30 Desember 2021 pukul 09.30 WIB, dihadirkan di persidangan Pengadilan Tipikor Palembang kelas IA khusus dengan diketuai majelis hakim Abdul Aziz SH MH didampingi Waslan SH MH. Terdakwa S  sendiri mengikuti persidangan secara virtual dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Jakarta. Perkara terkait pemberian uang diberikan terdakwa kepada sejumlah pihak dalam dakwaan totalnya sebesar Rp 4 miliar 427 juta lebih. Diberikan kepada DRA Rp 2 miliar 611 juta, ke HM Rp 1 Miliar 89 Juta, ke EU Rp 720 juta. Sedangkan terdakwa mendapat 4 paket proyek di Dinas PUPR Muba.

Modus operandinya ditegaskan jaksa KPK, sebenarnya biasa terjadi di beberapa daerah para rekanan ini memberikan proyek dengan cara ijon. Memberikan uang ijon dan berharap dapat proyek. Jadi sebelum proyek dapat, sudah ada pemberian uang dari terdakwa ke beberapa pihak.

Diwartakan sebelumnya, advokat Titis Rachmawati SH MH mengatakan kepada Simbur, sejak awal penyidikan sudah mengajukan justice collaborator atau JC. Bahwa jaksa penuntut umum mendakwakan ada pemberian kepada pihak-pihak itu sudah JC semua.  Dengan nilai-nilai sangat fantastis Rp 4 miliar 427 juta lebih, itu akurat sekali. Jadi JC harus dipertimbangkan majelis hakim itu.Titis berharap untuk sidang offline (terdakwa hadir langsung). (nrd)