“Doa Sejati” Meledak lalu Terbakar

# Dua Korban Luka Parah, Butuh Bantuan Biaya Berobat

 

PALEMBANG, SIMBUR – Sebuah kapal motor Doa Sejati milik Sarnudin (47), terbakar dan meledak hebat. Peristiwa itu terjadi saat kapal tersebut berada di perairan Desa Upang Marga, Kecamatan Air Saleh, Banyuasin. Selain kapal hangus, tiga orang ABK juga mengalami luka bakar. Dua luka bakar parah dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian Rabu (25/8) tengah malam itu berawal dari kapal motor sungai merek Doa Sejati yang mengangkut minyak jenis bensin dari pom terapung di Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang dan 53 buah tabung gas.  Kemudian hendak menuju perairan Desa Upang Marga, Kecamatan Air Saleh, Banyuasin. Saat kapal bersandar di kios milik H Amrullah, pemilik kapal Sarnudin (47), melakukan pembongkaran dengan menjual 18 drum minyak bensin.

Setelah itu kapal motor Doa Sejati mengalami mati mesin mendadak, oleh Mardion juga salah satu ABK berupaya diperbaiki, lalu mengengkol mesin dengan mencoba menghidupkan mesin.  Tetapi terjadi percikan api, hingga menyulut api ke bahan bakar bensin. Dalam hitungan menit api dengan cepat berkobar hingga terjadi ledakan cukup dahsyat di tengah malam di Perairan Upang Marga.

Spontan melihat kejadian itu, para ABK kapal terjun bebas ke sungai untuk menyelamatkan diri. Meski tiga orang dalam kejadian ini harus mengalami luka bakar cukup parah.  Para ABK dan pemilik kapal motor sungai Doa Sejati ini yakni, Sarnudin, Ruslan (50) dan Maridon (47) ketiga merupakan warga Desa Upang Marga, Kecamatan Air Saleh, Banyuasin. Dengan Ruslan dan Maridon yang mengalami luka bakar parah dibagian tubuh, tangan, dan sekujur tubuh.

Direktorat Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Widodo SIk saat dikonfirmasi Simbur menegaskan, insiden terbakar meledaknya kapal motor Doa Sejati terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, di Perairan Desa Upang Marga, Kecamatan Air Saleh, Banyuasin.  “Kapal motor yang terbakar mengangkut bahan bakar jenis bensin dan tabung gas, karena terjadi kemacetan dan percikan api maka terjadi ledakan besar dan kapal terbakar” ungkapnya.

Akibat kejadian ini tidak sampai korban jiwa, namun tiga orang ABK mengalami luka bakar. “Anggota Sat Polairud sudah melakukan pemeriksaan, untuk ketiga ABK yang luka bakar sudah dilarikan ke RSUP Muhammad Husen Palembang,” ungkapnya.

Sementara itu, Antoni Sekdes Desa Simpang Marga bersama keluarga korban Ruslan (50) ditemui Simbur di RSMH Palembang, Kamis (26/8/21) pukul 17.30 WIB. Ia membenarkan dengan terjadinya kapal yang meledak dan terbakar di Perairan Upang Marga, Sungai Musi.  “Ruslan mengalami luka bakar parah hampir 100 persen. Dua lagi, satu dirujuk ke RS Kundur Mariana korban Maridon (40) dengan luka bakar parah sekitar 90 persen. Hanya pemilik kapal Sarnudin (47), yang sekarang dirawat di rumah, posisinya luka ringan,” ungkapnya.

Kejadian ini murni kecelakaan, pasien Ruslan tadi masuk jam 16.00 WIB, Kamis (26/8/21) di IGD RSMH Palembang.  “Ruslan dibawa tadi malam jam 00.00 WIB, saat ini soal biaya perawatan belum ada. Tapi kami sedang berusaha baik BPJS segala macam,” cetusnya.

Kemudian ditegaskan Antoni ke Simbur, kejadian itu pada saat sudah selesai menurunkan drum minyak. “Saat menghidupkan mesin, ada percikan api dari mesin diesel, keluar api, langsung menyambar bensin,” ungkapnya.

Kapal ini khusus bawa bahan bakar, biasanya dalam sebulan atau dua bulan sekali membawa muatan minyak untuk wilayah Perairan Upang Marga.  Dari pihak keluarga saat ini belum mendapat bantuan atau keringanan dari dinas-dinas terkait khususnya Banyuasin atau Sumsel.

“Butuh bantuan biaya, baik Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan, karena pihak keluarga terbentur biaya operasi. Saat ini masih dikonfirmasi apakah masuk BPJS atau tidak,” timbangnya.

Warga desa sendiri saat malam kejadian bergotong royong membantu korban yang terbakar membawanya ke rumah sakit. “Tadi malam juga untuk tiga warga yang dirawat. Dua warga luka bakar, saat ini membutuhkan biaya pengobatan,” jelasnya Antoni.

Dikatakan Anton, kapal motor Doa Abadi ini memang khusus muatan barang. “Sudah 10 tahun kapal ini biasa memuat bahan bakar. Sebulan atau dua bulan sekali muat bahan bakar, nah baru kali ini kejadian,” tukasnya. (nrd)