Tersangka Rasuah Masjid Sriwijaya Diperiksa di Rutan

PALEMBANG, SIMBUR – Tim penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel kembali melakukan pemeriksaan terhadap MS, eks Sekda Provinsi Sumsel dan AN mantan Kabiro Kesra Pemprov Sumsel. Pemeriksaan berlangsung di Rutan Pakjo Kelas IA Palembang, Rabu (21/7) sekitar pukul 13.30 WIB.

Iswadi Idris SH MH dari Asosiasi Advokat Indonesia, kuasa hukum tersangka MS mengatakan, hari ini  tim kliennya menegaskan terkait hari ini diperiksa di Rutan Pakjo kelas IA Palembang.  “Mengingat prosedur PPKM sekarang untuk pemeriksaan di luar rutan. Pertimbangan penyidik Kejati, lebih baik  diperiksa di Rutan. Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan MS selaku tersangka,” ungkapnya.

Dengan adanya pemeriksaan ini, menjadi kesempatan bagi kliennya untuk mengungkapkan materi perkara yang dituduhkan.  “MS diperiksa selaku tersangka. Karena baru sedikit waktu diperiksa di Kejati kemarin. Memang informasi ada pemeriksaan saksi juga,”ujar Iswadi.

Sekarang ini Palembang PPKM, maka tim kuasa hukum, satu orang mendampingi di dalam dan ada tim dari solidaritas peradi, satu orang.  “Langkah hukum pembelaaan, kami sudah menyiapkan teknik dan strategi untuk pembelaaan. Sekarang kami ikuti proses pemeriksaan. Semoga berkas cepat rampung dan dilimpahkan ke pengadilan,” timbangnya.

Setelah berkas lengkap, tambah dia, pihaknya punya strategi untuk membela beliau secara all out. “Maksimal kami pasti jor joran. Tidak ada intervensi dalam memberikan keterangan klien kami,” tukasnya kepada Simbur.

Di tempat yang sama, Redho Junaidi SH MH selaku kuasa hukum AN mengatakan, hari ini kliennya juga diperiksa tim penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel. “Hari ini kami mendampingi klien untuk menjalani pemeriksaan di Lapas Pakjo. Kami juga mengajukan pertimbangan ke penyidik. Klien kami menderita sakit hidrosephalus. Sesuai pemeriksaan di rumah sakit Singapura, sakit ini bisa menyebabkan sakit luar biasa di kepala, bisa menyebabkan hilang ingatan hingga kehilangan nyawa,” ungkapnya.

Menurutnya sakit kepala hidrosephalus ini, harus diperiksa secara khusus untuk melihatnya. “Sakit ini harus diperiksa di rumah sakit yang mempunyai alat khusus seperti kalau disini RS Siloam. Sakit ini tidak bisa kelihatan, kalau luka kan jelas. Kalau kambuh akan menyebabkan keluarnya cairan yang bisa berbahaya,” terangnya.

Menurut Redho, tidak akan dilakukan pemeriksaan bila belum ada pendampingan dari penasihat hukum.  “Hari ini masih terkendali dengan prokes, maka kami upayakan lebih dulu pemeriksaan swab dan PCR, setelah itu ada baru bisa dilakukan pemeriksaan,” timpalnya.

Terkait upaya hukum, Redho mengatakan untuk saat ini masih melakukan pendampingan penyelidikan.  “Itu sudah masuk materi, kita belum bisa menanggapi itu, namun kami selalu kooperatif dalam pemeriksaan dilakukan untuk klien kami,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Rutan Pakjo kelas IA Palembang Mardan SH mengatakan, di masa pandemi ini pemeriksaan dilakukan terbatas. Kemarin ada konfirmasi akan mengadakan pemeriksaan pada yang bersangkutan. “Maka hari ini sudah masuk sejumlah jaksa untuk melakukan pemeriksaan. Mekanismenya prokes dan ruangan sudah disediakan untuk tahanan. Untuk tahanan KPK kami belum dapat konfirmasi. Dari pemeriksaan BAP dan registernya. Kemudian harus ada pemeriksaan swab dan antigen sekarang ini,” tanggapnya kepada Simbur.

Diwartakan Simbur sebelumnya, Penyidik Kejati Sumsel Senin (31/5/21) sekitar pukul 10.00 WIB, telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang tersangka dugaan korupsi Masjid Sriwijaya Jakabaring, di Gedung Kejati Sumsel. Serta tambahan dua tersangka baru, sehingga genap 6 tersangka terjerat dalam kasus rasuah masjid sriwijaya ini.  Dua tersangka baru yakni, Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) MS dan eks Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) AN resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya ditahan Tim Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel karena terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Sriwijaya di Jakabaring, Palembang. (nrd) 

Share This: