Perkuat Desa Literasi Berbasis Jurnalisme

BANYUASIN, SIMBUR  – Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (PWI Sumsel) bermaksud memperkuat desa literasi desa berbasis jurnalisme. Tujuannya untuk menangkal penyebaran hoaks dan meningkatkan potensi desa. Hal itu diungkap Ketua PWI Sumsel, Firdaus Komar, saat puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) XLVII dan HUT PWI Tingkat Provinsi Sumsel di Gedung Pemkab Banyuasin, Kamis (24/6).

“Saat ini PWI Sumsel  fokus dengan program memperkuat desa literasi berbasis jurnalisme. Ini bertujuan menekan praktik jurnalisme yang tidak profesional dan hoax sekaligus mengangkat potensi-potensi desa agar lebih berdaya,” jelas Firdaus.

Setelah sukses digelar di Banyuasin, lanjut Firdaus, tahun depan HPN akan digelar di Kota Prabumulih. Dia mengatakan, kegiatan HPN ke-75 dan HUT PWI ini digelar selama tiga hari diisi berbagai kegiatan. Di antaranya seminar nasional dengan narasumber terkemuka.

Bukan itu saja, peringatan HPN kali ini juga menjadi sejarah sendiri karena secara berbarengan dengan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada). Penyelenggaraan di tengah  Covid diharapkan dapat meningkatkan imun rekan media dan masyarakat sekaligus menekan penyebaran Covid-19 di Banyuasin.

Mengusung tema memperkuat peran dan sinergi pers menuju Banyuasin bangkit dan Sumsel Maju, HPN itu  diisi juga diisi penyerahan penghargaan kepada tokoh pers inspiratif.

Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengatakan, penguatan perlindungan hukum bagi para jurnalis ini penting agar mereka tenang dalam menjalankan profesinya. Dalam menjalankan tugasnya memproduksi dan menyampaikan informasi, awak media dapat terhindar dari pelanggaran UU ITE dan pelanggaran kebebasan berpendapat.  “PWI harus meningkatkan kerja divisi hukum untuk membela teman-teman dalam tugasnya. Bukan hanya menguatkan perlindungan hukum tapi  perlu juga dibimbing agar rekan media tidak melanggar hukum. Saya pikir Ini yang paling penting dan perlu diperkuat,” tegasnya.

Dikatakan Gubernur, saat ini profesi wartawan  memiliki tantangan yang lebih besar. Sebab di era medsos yang berkembang pesat, semua orang bisa menjadi wartawan. Jika masyarakat juga cukup sulit membedakan mana produk wartawan dan bukan. “Di sinilah tantangannya. Kalau wartawan tidak punya produktivitas yang jelas dengan keistimewaan jenis produk pasti akan tertinggal. Karena itu agar wartawan tetap survive harus ada ciri khas dan konsisten. Jika sudah konsisten tentu kita akan dikenal,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan rekan media, Gubernur mengimbau agar PWI Sumsel meningkatkan uji kompetensi wartawan  sebagai syarat dan tolok ukur dalam menjalankan profesinya. Dengan demikian diharapkan kedepan awak media semakin berintegritas membangun bangsa.  Selain itu dia juga meminta pers sebagai salah satu pilar demokrasi tetap independen serta memberikan sumbangsih lebih nyata untuk pembangunan negara khususnya Sumsel dengan perbuatan yang nyata.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga sempat bernostalgia. Menurutnya sekitar 8-9  tahun lalu saat menjabat Bupati OKUT dia Ia pernah menjadi tuan rumah HPN. Kesempatan itupun tak disia-siakannya untuk mempromosikan daerah secara lebih murah bahkan gratis.

“Banyuasin harus bisa memanfaatkan ini. Sebab kalau HPN semua media kumpul dan beritanya muncul terus. Saya dulu begitu, tentu senang sekali karena bisa promosi gratis sebab beritanya dimuat oleh semua rekan-rekan media,” ujarnya.

Gubernur kembali mengingatkan, selain meningkatkan kompetensi, melakukan introspeksi, momen ini diharapkannya jadi tonggak agar rekan media menjunjung tinggi marwah profesi wartawan yang selalu menjunjung kode etik.

Sementara, Bupati Banyuasin H Askolani Jasi sangat berterimakasih kepada semua pihak yang sudah mempercayai Banyuasin menjadi tuan rumah HPN dan HUT PWI tingkat provinsi. Sebagai kabupaten penyangga ibukota Palembang, Kabupaten Banyuasin terus berupaya melakukan perbaikan, perubahan dan pembangunan untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat Banyuasin.

Melalui momen tuan rumah ini kata Askolani Ia berharap Banyuasin yang belum begitu dikenal dapat mulai muncul dan lebih terkenal di kancah nasional. “Pada momen ini kami ingin tunjukkan bahwa kami sangat butuh dengan media di Sumsel. Karena apapun pembangunan yang kami lakukan tanpa diekspose teman media tidak akan terinformasi dengan baik. Untuk itu  kami Pemkab Banyuasin siap bersinergi dengan seluruh rekan media,” jelasnya.

Hadir dalam kegiatan itu antara lain, Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari, Wakil Ketua Dewan Pers Hendri Ch Bangun, Ketua DPRD Sumsel Hj R.A Anita Noeringhati,  Kepala Kominfo se Sumsel, Bupati Muratara dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov. (red/rel)