- Sinergi Cegah Karhutla, Tim Penyuluhan Gabungan TNI Sambangi Kodim 0403/OKU
- Perkuat Satgas Darat dan Udara Atasi Karhutla Jambi
- Dewan Pers Belum Putuskan Lokasi HPN 2027, AMSI Dukung Usulan SMSI Digelar di Jakarta
- "Gunung Sampah" di Kota Surakarta Dilalap si Jago Merah
- Rumuskan Strategi Komunikasi yang Relevan dengan Dinamika Perubahan Zaman saat KHI 2026 Surakarta
Lapas Kelas IIA Banyuasin Gelar Tes Urine Serentak, Semua Dinyatakan Negatif Narkoba
PANGKALAN BALAI, SIMBUR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin menggelar kegiatan tes urine bagi warga binaan dan pegawai pada Senin (06/04). Kegiatan dilaksanakan di Aula Lapas. Hal itu merupakan bentuk komitmen dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Pelaksanaan tes urine ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Banyuasin, yang turut hadir untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini menyasar sebanyak 600 orang warga binaan serta 50 orang pegawai Lapas Kelas IIA Banyuasin.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan dengan tertib dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, diketahui bahwa seluruh warga binaan dan pegawai yang mengikuti tes urine dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memastikan lingkungan Lapas tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba. “Tes urine ini menjadi bentuk komitmen kami dalam menciptakan Lapas yang bebas dari narkoba serta sebagai upaya deteksi dini,” ujarnya singkat.
Kegiatan tes urine ini juga merupakan salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026, yang menjadi momentum bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kinerja, integritas, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Lapas Kelas IIA Banyuasin dapat terus menjaga integritas serta menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif, baik bagi warga binaan maupun seluruh petugas. (rel/smsi)



