- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Gelar Aksi Damai, Bentuk Solidaritas Pembunuhan Marsal
BANYUASIN, SIMBUR – Puluhan orang yang terdiri dari wartawan, ormas, LSM, OKP yang tergabung dalam Forum Wartawan Banyuasin Bersatu (FWBB), melakukan aksi unjuk rasa terkait kasus penembakan terhadap Mara Salem (Marsal) Harahap, pimpinan redaksi media online di Sumatera Utara.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung di depan Bundaran Jalan Lingkar Pemkab Banyuasin, tepatnya di depan Halaman Masjid Al-Amir Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin, Kamis (24/6) sore. Unjuk rasa ini sebagai bentuk solidaritas terkait penembakan dan pembunuhan keji terhadap Marsal Harahap.
Salah satu tokoh LSM dan ormas di Banyuasin, Indo Sapri dalam orasinya sangat mendukung kawan-kawan media yang dalam menjalankan tugas.”Terjadinya pembunuhan terhadap kawan jurnalis kami sangat mengutuk keras kejadian itu, kami tidak akan tinggal diam,”tegas dia.
Dikatakan Indo Sapri, bagaimanapun bentuknya, apapun dan dimanapun mereka bertugas kami sangat bangga dengan teman media dengan profesinya selaku jurnalis guna mencerdaskan anak bangsa ini dan tanpa jurnalis masyarakat pedalaman maupun di pedesaan belum tentu tahu apa yang dilakukan oleh pemerintah.
“Tanpa jurnalis masyarakat di pedalaman dan di pedesaan belum tentu tahu apa yang dilakukan pemerintah, melaui media inilah menjadi jembatan informasi. Kami sepakat mendukung kinerja kawan-kawan media,”kata dia.
Sementara itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Banyuasin Sumantri mengatakan dirinya merasa terpanggil untuk melakukan aksi solidaritas ini. “Jangan sampai ada kriminalisasi terhadap rekan media. Kami akan bersatu melawan itu. Kami minta pihak yang berwajib untuk segera mengungkap kasus ini,”tegas dia.
Lanjut Sumantri, memang sekarang pihak kepolisian sudah menangkap tiga orang diduga kuat pelaku. “Dorong pihak untuk mengusut tuntas masalah ini, agar dunia premanisme diberantas di republik ini,” tegasnya.
Hadir juga ikut juga Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Banyuasin, serta aktivis senior Nasrul Tajudin, Suhaimi, Toto dan Darsan ikut berorasi, aksi damai ini dikawal ketat oleh Polres Banyuasin ini. (red/rel)



