- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Juru Bicara Satgas Wiku Adisasmito Positif Covid-19
JAKARTA, SIMBUR — Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengonfirmasi bahwa dirinya tengah terjangkit virus corona. Hal itu menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir.
“Saya ingin menginformasikan terkait dengan kondisi kesehatan saya. Seperti yang diketahui, dalam beberapa minggu terakhir, saya melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 cukup tinggi seperti Kudus dan Bangkalan,” tutur Wiku dalam siaran pers, Sabtu (19/6).
Dia menambahkan pada hari Jumat, 18 Juni 2021, melakukan swab antigen dan hasilnya positif. “Selanjutnya, untuk mengkonfirmasi hasil swab antigen ini, saya kemudian melakukan swab PCR. Hasilnya saya terima hari ini yaitu positif Covid-19,” ujar Wiku.
Saat ini, tambah Wiku, kondisi fisiknya dalam keadaan baik-baik saja. Hal terpenting baginya
optimistis dapat segera sembuh. Dia memperkirakan tertular Covid-19 saat melakukan kunjungan ke sejumlah daerah. “Seperti yang saya sampaikan. Saya melakukan perjalanan dinas ke berbagai daerah dengan secara disiplin mematuhi protokol kesehatan. Terdapat kemungkinan saya terpapar saat melakukan kegiatan tersebut saat daya tahan tubuh mengalami penurunan karena kelelahan,” tuturnya.
Sebagai bagian dari protokol kesehatan, Wiku telah meminta kepada mereka yang memiliki
kontak erat dengan dirinya untuk melakukan test antigen sebagai upaya testing dan juga tracing. “Saya juga meminta kepada masyarakat untuk secara disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” ujar Wiku sembari mengingatkan, siapapun dapat tertular Covid-19 dan hanya dengan disiplin menjalankan
protokol kesehatan, maka dapat mencegah diri dari penularan.
“Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh tim Satgas Penanganan Covid-19, BNPB, KPC-PEN, dan rekan-rekan media. Semoga semua selalu diberikan kesehatan dan perlindungan dari pandemi Covid-19,” pungkas Wiku.
Diketahui, per tanggal 20 Juni 2021 jumlah konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.989.909 kasus. Berdasarkan data worldometers, total kumulatif positif di dunia 178.936.789 kasus. Total pasien sembuh di Indonesia mencapai 1.792.528 kasus atau 90%. Persentase pasien sembuh di Indonesia lebih rendah dari rata-rata dunia yakni 91,3% dengan total 163.463.452 kasus sembuh.
Selanjutnya, total pasien meninggal di Indonesia mencapai 54.662 kasus atau 2,8%. Persentase pasien meninggal di Indonesia lebih tinggi dari rata-rata dunia yakni 2,2% dengan total 3.874.803 kasus. Kemudian, jumlah kumulatif kasus aktif di Indonesia mencapai 142.719 kasus atau 7,2%. Persentase kasus aktif di Indonesia lebih tinggi dari rata-rata dunia yakni 6,5% dengan total 11.598.534 kasus.
Perkembangan per 13 Juni 2021, jumlah daerah zona merah (risiko tinggi) naik dari 17 menjadi 29, zona orange (risiko sedang) naik dari 331 menjadi 339 dan zona hijau tidak ada kasus baru naik dari 7 menjadi 24 kabupaten/kota. Zona kuning (risiko rendah) turun dari 158 menjadi 121 kabupaten/kota, sementara zona hijau tidak terdampak tetap 1 kabupaten/kota.
Berdasarkan evaluasi, terdapat 20 kabupaten/kota di zona oranye dengan skor yang mendekati masuk zona merah. Yaitu Kota Bandung, Kota Pontianak, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Siak, Kabupaten Indragiri Hilir, Kota Medan, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Dharmasraya, Kota Tanjung Pinang dan Kabupaten Pati.
Sementara, ada 23 kabupaten/kota dari zona oranye berpindah ke zona merah. Diantaranya Kabupaten Aceh Tengah dan Pidie (Nangroe Aceh Darussalam), Padang Pariaman, Pasaman Barat, dan Bukit Tinggi (Sumatera Barat), Rokan Hulu dan Pekanbaru (Riau), Muara Enim (Sumatera Selatan), Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat dan Kota Jambi (Jambi), Kota Bengkulu (Bengkulu), Metro (Lampung), Kota Bintan (Kepulauan Riau), Bandung (Jawa Barat) serta Wonogiri, Sragen, Grobongan, Jepara, Semarang (Jawa Tengah), Bantul, Sleman (DI Yogyakarta) dan Bangkalan (Jawa Timur). (red)



