Senpi Meletus di Kawasan Pasar Gubah

PALEMBANG, SIMBUR –  Pasca membakar kasur, dilakukan tersangka Taswin alias Tancowin alias Win (33). Akibatnya, si jago merah mengamuk, hingga meludeskan 18 rumah dan bedeng, di dekat Pasar Gubah. Persisnya di Jalan KH Achmad Dahlan, RT 34 dan RT 35, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Senin (25/1/21) sekitar pukul 15.30 WIB kemarin.

Kini Selasa (26/1/21) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, rumah dan bedeng warga yang terbakar, tinggal arang kehitaman dan puing-puing saja. Berbagai bantuan datang, baik dari Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel, serta masyarakat yang perduli, menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian dan santunan.

Bahkan sekitar pukul 09.30 WIB, tersangka Taswin sempat pulang ke rumahnya di RT 35, yang katanya mau minta uang dengan ibunya. Tetapi kepergok warga, hingga ia diamuk massa.

Untungnya pihak kepolisian dan Pemuda Pancasila yang telah bersiaga, mencegah amukan warga yang kesal dengan ulah pelaku Taswin, yang membakar 18 rumah dan bedeng. Saat warga berusaha menyerang dan memaki pelaku Taswin, polisi sempat melepaskan tembakan sekitar 5 kali ke udara untuk membubarkan amukan warga.

“Iya tadi sampai ada tembakan ke udara. Waktu warga ngeroyok pelaku Win. Kami minta pelaku Taswin ditahan, kami tidak iklas, banyak warga jadi korban, rumah terbakar, surat-surat abis,” ungkap Juleha (42) warga RT 35 yang rumahnya juga ludes kebakaran.

Dikatakan Juleha kepada Simbur, sembari mengusap air mata. Ia kenal betul siapa itu tetangganya Taswin. “Win (pelaku, red) ini sulung dari tiga bersaudara. Ortunya Yety (52) sama Jhon (53), mereka jualan tahu di Pasar 26 Ilir. Setiap hari pelaku selalu minta uang kalau di rumah. Kalau tidak dituruti, akan menganiaya orang tuanya,” cetusnya.

Penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap orang tuanya sudah biasa. “Sering menganiaya orang tuanya, dipukul pelaku sudah biasa. Kadang mukanya ibuknya memar, bilangnya terbentur pintu, padahal habis di pukuli si Win,” timpalnya.

Juleha juga meyakini sekali, kalau pelaku Win yang sudah ditangkap anggota Jatanras Polda Sumsel, kalau saat kumat akan seperti orang kehilangan akal sehat. “Bukan setress, karna bawa motor bisa, dia ini sering pakai sabu, kadang sehari minta uang Rp 300 ribu. Nah waktu habis bakar rumah terus kabur, dia pulang lagi itu cari ibuknya mau minta uang juga,” bebernya.

Senada dikatakan Sunarti (39) warga RT 35, saat kebakaran akibat unsur kesengajaan tetangganya pelaku Taswin merupakan warga keturunan Tionghoa itu, dibuat panik bukan kepalang.

“Bukan cemas lagi, pokoknyo panik, keluarkan semua baju dan barang. Tapi untung selamat, karena terhalang tembok dan ruko depan. Kalau tidak ludes juga. Nah waktu kebakaran Palembang kan hujan deras, anehnya tempat kami tidak hujan itu,” ujarnya.

Sudah Empat Kali Rehab Sabu  

Setelah diringkus anggota Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel, tersangka Taswin mengaku sudah empat kali pernah menjalani rehab dari ketergantungan narkoba di RS Erlandi Bahar Palembang.

“Aku direhab di RS Ernaldi empat kali, dari  tahun 2017- tahun 2019. Entah kenapa saya tidak bisa lepas, dan selalu pengen nyabu terus alias kencanduan. Beli sabu di dekat rumah aku juga. Waktu aku bakar kasur juga, karena kesal minta uang dengan mama untuk beli sabu tapi tidak dikasih,” ungkap Taswin.

Bahkan pelaku juga sempat nekad mau menjual tabung gas di rumah, hanya demi serbuk kristal pembawa petaka, tetapi tidak ada yang mau beli. “Habis bakar kasur, aku langsung kabur ke Pakjo. Habis itu cara mama di pasar baru pulang, nah rupaya ketangkap warga,” timpanya.

Perlu diketahui 18 rumah dan bedeng yang ludes terbakar, memang posisinya berdempetan, terbuat dari kayu lama dan sebagian telah ditembok, diketahui di huni 18 KK, 101 orang, dengan 25 diantaranya anak-anak masih sekolah.

Pertama rumah Basran dengan 6 jiwa; Adi Supriadi 6 jiwa; Darin 5 jiwa; Jon 5 jiwa; Dep 5 jiwa; Sutar 5 jiwa; Suhardi 5 jiwa; Soleh 5 jiwa; Jaya Dendi 5 jiwa; Iten 5 jiwa; Hardi 5 jiwa; Wak Isa 7 jiwa; Khairul (ketua RT) 6 jiwa; Mbak Kar 6 jiwa; dan Albert 10 jiwa; serta Mega 5 jiwa. (nrd)

Share This: