- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Empat Mayat Ditemukan dalam Sehari
PALEMBANG, SIMBUR – Sejak Rabu 06 Januari 2021 dini hari, kota Palembang digegerkan dengan kejadian, yang menelan 4 korban sekaligus dalam sehari. Kasus pertama, pembunuhan dialami wanita penghibur Yuliana MS (25) di Hotel Rio, di Lemabang. Kedua Andi Gunawan (33) nekad bunuh diri, diduga depresi karena sering dimarahi. Ketiga, kasus pasutri tewas terbakar di rumahnya, di Kertapati.
Untuk perkara pembunuhan terjadi di Hotel Rio, di Jalan Lingkaran, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II. Dengan korban Yuliana MS (25), janda anak dua ini tinggal di Jalan Radial Rusun, Block 40, Lantai 4, No 7, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang.
Peristiwanya berawal dari Minggu (03/01/21) malam, korban Yuliana yang berprofesi sebagai penghibur, cek in di Hotel Rio, diketahui menerima tamu terakhir Selasa 05 Januari 2021 melalui aplikasi We Chat.
Dini harinya Rabu (06/01/21), korban diketahui sudah meninggal dunia di kamar hotelnya. Yang diduga dilakukan teman pria kencannya. Pelaku melakukan penganiayaan berujung maut itu, dengan cara mencekik leher, membekap mulut menggunakan bantal.
Bercak darah juga ditemukan di bantal. Usai menghabisi korban, pelaku kabur dengan membawa ponsel korban. Mengetahui kejadian itu, pihak hotel menghubungi Kepolisian Polrestabes Palembang.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Edi Rachmat SIk bersama anggota Pidum dan Polsek IT II, mendatangi lokasi kejadian, untuk melakukan olah TKP dan evakuasi. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk divisum. Mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Bahkan Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi SIK MH juga menegaskan, pihaknya menerjunkan unitnya untuk melakukan pengejaran dalam kasus ini. “Iya kita back up juga, untuk mengejar pelakunya. Karena ini kasus ini atensi ya,’ ujarnya.
Pasutri tewas terbakar
Musibah menelan korban jiwa juga terjadi di hari yang sama, Rabu (06/01/21) sekitar pukul 03.40 WIB. Yakni di Jalan KKN Unsri Mesra, RT 55, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati. Dengan korbannya pasutri Tena Reja alias Aleng (60) dan Linda (57) IRT.
Insiden kebakaran rumah terjadi dini hari itu, berawal dari Linda sedang mencuci baju di sungai. Ia melihat rumahnya sudah terbakar. Sementara korban Tena Reja bersama dua orang lagi Ana alias Santi (54) IRT dan Ateng berada di dalam rumah.
Dimana Ana dan Ateng dapat keluar menyelamatkan diri. Namun nahas bagi korban Tena Reja masih di dalam terjebak api. Melihat itu Linda berupaya menolong suaminya Tena Reja yang berada di dalam.
Malang tak dapat ditolak, Linda yang berusaha menyelamatkan suaminya, malah mendadak tersengat listrik. Hingga Linda meninggal di samping rumahnya. Lalu Tena Reja sendiri tewas terbakar di dalam rumahnya.
Bunuh Diri
Di hari yang sama juga, Rabu (06/01/21) sekitar jam 09.00 WIB, terjadi aksi gantung diri di Jalan Veteran, Lorong Karyawan, RT 22/07, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT II. Dengan korbannya Andi Gunawan (33) yang kesehariannya seorang buruh.
Siang itu, berawal dari istri korban Indah Saputri (28) IRT, baru saja pulang bekerja. Saat masuk ke rumah, ia dikejutkan melihat suaminya Andi, telah tergantung di depan pintu kamar dengan posisi jongkok. Menyaksikan itu Indah berteriak sejadi-jadinya, Anton (47) merupakan tetangga dan warga sekitar mendengar itu dengan segera mendatangi rumah korban.
Dengan cepat warga pun menurunkan tubuh korban, yang posisinya leher masih terjerat tali. Selanjutnya kejadian itu di laporkan ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian Polsek IT II dan Unit Identifikasi Polrestabes Palembang pun mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan evakuasi.
Kapolsek IT II Kompol Mario Invary SE didampingi Kanit Reskrim Iptu Ledi SH menegaskan pihaknya telah menindak lanjuti perkara kematian tragis dialami seorang pria di wilayah hukumnya.
“Diduga korban meninggal setelah mengakhiri hidupnya dengan cara gandir. Dari pemeriksaan tidak kita temukan adanya tanda-tanda kekerasan. Istri dan keluarga korban juga tidak mengizinkan dilakukan autopsi, yang dilampirkan dengan surat pernyataan tidak bersedia di autopsi,” ungkapnya.
Kanit reskrim juga menegaskan, motif kematian korban diduga karena masalah ekonomi. “Ada dugaan korban ini mengalami depresi, karena sering dimarahi sang istri. Karena tidak bekerja untuk menacari nafkah dan kebutuhan keluarga mereka,” tukasnya.
Sementara itu pengamat hukum Palembang, Prof Sri Sulastri SH MH, saat dihubungi Simbur menuturkan, untuk perkara pembunuhan di Hotel Rio, Palembang, Kecamatan IT II, antara korban dan pelaku ini saling kenal.
“Ini antara pelaku dan korban saling kenal tentunya. Pelaku melakukan pembunuhan juga karena ada pemicu, bisa karena tindakan atau perbuatan korbannya sendiri. Sebab korban juga bukan manusia tanpa khilaf dan salah,” timbangnya.
Dari kebanyakan kasus pembunuhan, tindakan atau ucapan yang menyingung perasaan sebagian besar menjadi penyebabnya. “Tidak sadar juga, kadang telah menyakiti hati orang. Untuk itu tindakan dan kata-kata kita harus dijaga betul, salah satu untuk menghindari hal tidak diharapkan,” timpalnya.
Sulastri juga menyakini, dalam waktu dekat kasus ini terungkap. “Pasti ketangkap pelakunya, saksi dan CCTV nyakan ada ya. Tidak akan butuh waktu lama, polisi tentu professional dalam hal ini. Karena setiap kasus pembunuhan itu menjadi atensi,” terangnya kepada Simbur.
Berbeda pula, dengan kasus kematian bunuh diri atau gantung diri. Menurut Prof Sri Sulastri, hal ini perlu adanya peningkatan keimanan.
“Perlu peningkatan keimanan, saat itu juga sedang labil, kadang kala tekanan batin, maka kita harus perduli. Ikut merasakan misalnya saat orang terpuruk, sehingga hal seperti ini dapat dicegah,” tukasnya. (nrd)



