- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Bukan Aksi, Hanya Menyampaikan Aspirasi
# Sumsel Aman dan Kondusif
PALEMBANG, SIMBUR – Massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Kezholiman (Gebrak) Sumsel dipastikan tidak melakukan aksi demonstrasi 1712. Mereka mendatangi Polda Sumsel hanya untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan kasus Habib Rizieq Shihab (HRS) di Polda Metro Jaya Jakarta.
“Hanya menyampaikan aspirasi,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, dikonfirmasi Simbur, Kamis (17/12).
Kombes Pol Supriadi menjelaskan, ada dua aspirasi yang disampaikan. “Aspirasinya meminta HRS dibebaskan. Itukan penanganannya di Jakarta. Mereka juga meminta supaya kasus (enam laskar khusus FPI yang tewas) dibuat terang,” ungkapnya.
Ditanya upaya pengamanan yang dilakukan Polda Sumsel dan polres jajaran terkait isu HRS yang berkembang di ibu kota, Kombes Pol Supriadi menerangkan bahwa Sumsel aman dan kondusif. “Alhamdulillah. Karena memang bukan aksi, mereka hanya menyampaikan aspirasi,” tegasnya.
Pantauan di lapangan sekitar pukul 13.00 WIB, sejumah ruas jalan menuju Polda Sumsel seperti Jl Jenderal Sudirman, Jl Demang Lebar Daun, dan Jl Basuki Rahmat sempat ditutup dengan kawat berduri. Arus lalu lintas pun dialihkan guna menghindari kemacetan yang mengular.
Anak-anak sekitar kolam retensi di simpang Polda pun memanfaatkan jalan yang ditutup dengan bermain sepak bola. Sekitar pukul 14.30 WIB massa membubarkan diri. Tidak butuh waktu lama, sekitar pukul 15.00 WIB akhirnya jalan protokol dibuka kembali.(red)



