Bupati Dodi Reza Siap Divaksin Duluan

# Muba Dapat Jatah 836.499 Vaksin

SEKAYU, SIMBUR – Vaksin Covid-19 diperkirakan pada minggu ketiga Januari 2021 mendatang akan mulai didistribusikan ke Kabupaten Musi Banyuasin. Demi kepentingan masyarakat dan aktifitas yang selalu bersentuhan dengan warga, Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA akan siap pasang badan divaksin duluan nantinya. “Kalau nanti saya dinyatakan boleh divaksin, saya siap duluan menjadi objek untuk divaksin, demi kesehatan masyarakat Muba,” ungkap Dodi.

Dikatakan, kesiapan dirinya untuk menjadi objek pertama yang divaksin karena aktivitasnya yang seringkali berinteraksi dengan masyarakat secara langsung. “Saya ingin menjaga juga agar warga Muba yang berinteraksi dengan saya bisa terhindar dari penularan wabah Covid-19,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesiapan tersebut jangan dinilai karena dirinya kepala daerah lantas mendapatkan jatah vaksin duluan. Dirinya ingin meneladani masyarakat agar berani dan siap untuk divaksin. “Jangan dianggap mentang-mentang kepala daerah harus dapat vaksin duluan. Ini semata-mata demi menjaga kesehatan kita semua agar terhindar dari wabah COVID-19,” tegasnya.

Tahap awal diprioritaskan bagi tim medis, kemudian TNI dan Polri serta petugas tenaga sosial. “Kemudian penerima bantuan iuran atau PBI juga jadi prioritas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS mengungkapkan Kabupaten Muba mendapatkan jatah sebanyak 836.499 vaksin dengan sasaran 380.227 warga. “Nanti akan ada sebanyak 555 petugas vaksin atau vaksinator yang bertugas untuk memberikan vaksin ke masyarakat,” jelas Azmi.

Lanjut Azmi, saat ini persiapan Dinkes Muba tengah menyiapkan data sasaran pemerima vaksin, menyiapkan sarana tempat pemyimpanan, petugas pelaksana, dan jumlah pos layanan vaksinasi. “Kemudian, nensosialisasikan pelaksanan vaksinasi dan protokol kesehatan di kelompok keluarga, dan menyiapkan tim dan pic fasyankes pelaksana vaksinasi,” bebernya.

Dijelaskan, sasaran vaksin nantinya diberikan ke penduduk usia 18-59 tahun dengan kondisi sehat dan tidak ada penyakit bawaan. “Sebelum vaksinasi sasaran akan di lakukan anamnesa oleh dokter untuk menentukan dapat di vaksinasi atau ditunda,” terangnya.

Sementara itu, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (13/12) mengkonfirmasi penambahan 2 kasus positif. “Ada penambahan 2 kasus positif per 13 Desember 2020,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes.

Sefti merinci, adapun penambahan 2 kasus positif yakni diantaranya kasus 633 perempuan usia 33 tahun asal Sekayu, dan kasus 634 perempuan 27 tahun Sungai Lilin. “Hingga 13 Desember ada 634 kasus diantaranya kasus 565 kasus sembuh, 43 masih dirawat, dan 26 kasus meninggal dunia,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Muba 13 Desember 2020 tercatat ada sebanyak 426 ODP 411 selesai pemantauan masih dipantau 15 orang, 1.199 kontak erat 1.178 kontak selesai pemantauan 21 kontak erat yang masih dipantau, 183 PDP 1 proses pengawasan 162 selesai pengawasan.(red/rel)