- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Candi Bumiayu Aset Nasional, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lokal
PALI, SIMBUR – Balai Pusat Cagar Budaya (BPCB) Jambi menggelar Lokakarya Pengembangan dan Pemanfaatan Percandian Bumiayu. Kegiatan berlangsung 24 – 25 November 2020 di Guest House Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (24/11).
Hari pertama Lokakarya, BPCB Jambi menghadirkan narasumber Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid Phd dan Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Dr Restu Gunawan Mhum. Selain itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Dr Junus Satrio Atmodjo dan Komunitas Budaya Panji Kusuma.
Plt Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony, SKom mengharapkan, melalui Lokakarya Pengembangan Candi Bumiayu akan menjadi momentum semua pihak dalam pengembangan kawasan Percandian Bumiayu. Diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomni kerakyatan.
“Dari lokakarya ini kami berharap ada yang kolaborasi kerjasama antara pemerintah daerah, BPCB Jambi, Kementerian Kebudayaan dan masyarakat sekitar kawasan Percandian Bumiayu. Karena Candi Bumiayu sudah menjadi aset nasional, harus dimanfaatkan secara optimal. Kami ingin Candi Bumiayu ini menjadi lokomotif peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pariwisata dan kebudayaan,” paparnya.
Ferdian juga menginginkan agar Lokakarya Pengembangan Percandian Bumiayu dapat merumuskan badan yang menjadi pengelola pengembangan wisata dan budaya sekitar kawasan Candi Bumiayu. “Kami berharap hasil dari lokakarya ini akan menghasilkan badan pengelola, unit pengelola agar dapat membantu tempat masyarakat melakukan ekspresi kebudayaan sehingga menjadi sumber baru pendapatan masyarakat,” ungkap Ketua DPC PDIP kabupaten PALI.
Sementara itu, Kepala BPCB Jambi Agus Widiatmoko mengatakan tujuan dari Lokakarya Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan Percandian Bumiayu ini adalah membangun ekosistem yang bergerak di bidang pemajuan kebudayaan. “Dengan mengangkat potensi – potensi objek kemajuan kebudayaan yang pada intinya adalah warisan mencetak benda yang disandingkan dengan cagar budayanya. Karena kedua – duanya tidak bisa dilepaskan,” jelas Agus.
Dalam rencana mengangkat ekosistem pemajuan kebudayaan, BPCB Jambi berusaha meningkatkan kapasitas para pelaku atau para masyarakat kawasan percandian Bumiayu. “Sekarang para komunitas belum ada, masyarakatnya belum beraktivitas di kawasan percandian Bumiayu. Untuk itu BPCB Jambi akan mendorong agar kawasan percandian Bumiayu ini bisa menjadi bagian ruang hidup berbudaya masyarakat yang ada disekitarnya. Syukur – syukur nantinya akan memberi manfaat ekonomi, itu intinya, jadi lokakarya ini sebagai pemantiknya,” terangnya.
Plt Bupati didampingi Wakapolres PALI Kompol Rizvi, SH, Danramil Talang Ubi Kapten Eri Hastanto, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Efendi.
Sebagai peserta Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel, dan mahasiswa Jurusan Sejarah Unsri. Hadir pula Kapolsek Tanah Abang, Babinsa Tanah Abang, Camat Tanah Abang, Kepala Desa Bumiayu, Kepala Desa Tanah Abang Utara, Kepala Desa Tanah Abang Selatan, Kepala Desa Tanah Abang Barat, BPD Desa Bumiayu, LPMD Bumiayu, pemangku adat Kabupaten PALI, budayawan Bumiayu, Ketua Pokdarwis Desa Bumiayu, pemerhati budaya PALI, Karang Taruna Bumiayu, kordinator juru pelihara.(red/rel)



