Konfirmasi Positif Covid-19 di Sumsel 7.328 Orang, Penanganan Kasus Sembuh dan Meninggal Kurang Baik

# Lubuklinggau Kembali Zona Merah

PALEMBANG, SIMBUR – Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 7.328 orang. Jumlah tersebut diperoleh setelah mengalami penambahan sebanyak 99 kasus baru per 21 Oktober 2020. “Penambahan konfirmasi baru Covid-19 per 21 Oktober 2020 sebanyak 99 orang,” ungkap Yusri, juru bicara Satgas Covid-19 Sumsel, Rabu (21/10).

Penambahan kasus positif baru, terang Yusri, berasal dari Palembang 30 orang, Musi Banyuasin 5 orang, OKU 2 orang, dan Muara Enim 5 orang. Selanjutnya, Lahat 10 orang, Musi Rawas 9 orang, Pagaralam 1 orang, Lubuk Linggau 15 orang, Empat Lawang 2 orang, OKUS 2 orang, OKUT 5 orang, Muratara 1 orang, dan Pali 12 orang. “Total kasus positif sebanyak 7.328 orang dengan Kasus selesai 5.975 orang (sembuh dan meninggal). Jadi, kasus aktif di Sumsel mencapai 1.353 orang,” ungkapnya.

Yusri menerangkan, kasus sembuh bertambah 31 orang. Berasal dari Banyuasin 3 orang, Musi Banyuasin 25 orang, OKUS 1 orang, dan OKUT 2 orang. “Jumlah total sembuh sebanyak 5.577 orang atau 76,10 persen,” ujarnya.

Yusri menjelaskan, kasus meninggal bertambah 3 orang. Berasal dari Palembang 2 orang dan Lubuklinggau 1 orang. “Jumlah total meninggal 398 orang atau 5,43 persen,” kata dia.

Dipaparkannya pula, total suspect 21.171 orang. Terdiri dari probable 324 orang, konfirmasi 3.708 orang, discarded 15.624 orang, masih proses 1.515 orang, dan kasus suspect baru 124 orang.

Sementara itu, Provinsi Sumatera Selatan kini turun pada peringkat ke-25 dari sebelumnya ranking ke-20 kasus Covid-19 terbanyak. Artinya, penanganan kasus positif di Sumsel tergolong baik. Sementara, penanganan kasus sembuh dinilai kurang baik, Sumatera Selatan kini berada di peringkat 29 dari sebelumnya rangking 4 nasional. Demikian kasus meninggal, Sumatera Selatan juga dinilai kurang baik, dari peringkat 24 menjadi peringkat 4 presentase kematian terbesar.

Informasi tersebut diperoleh dari hasil analisis tim pakar pusat per 18 Oktober 2020. Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, perkembangan penanganan di 34 provinsi dilakukan secara pemeringkatan. Menurut dia, rangking itu dilihat secara kasus positif, sembuh dan meninggal dalam dua pekan belakangan. “Hal ini bertujuan untuk melihat bagaimana perkembangan di seluruh provinsi, apakah cukup stabil baik, stabil kurang baik, terus meningkat atau terus mengalami penurunan,” papar Wiku melalui keterangan pers, Selasa (20/10).

Dalam memberikan rangking, lanjut dia, pada grafiknya dibedakan berdasarkan warna. Hijau muda adalah provinsi dengan peringkat stabil baik, merah muda stabil kurang baik, hijau tua provinsi dengan perkembangan signifikan ke arah yang lebih baik, merah tua signifikan ke arah kurang baik.

Dari urutan peringkat, Wiku menjelaskan untuk kasus positif dan meninggal, semakin tinggi peringkat. Artinya perkembangannya kurang baik. Untuk kasus sembuh, semakin tinggi peringkat maka perkembangannya semakin baik. Dalam memaparkan peringkat itu, Wiku membagi berdasarkan wilayah per kepulauan. “Kepada seluruh provinsi yang berada pada peringkat yang kurang baik untuk kasus positif, sembuh dan meninggal, mohon betul-betul ditingkatkan fasilitas pelayanan kesehatan, tangani kasus sedari dini sehingga menurunkan risiko kematian dan meningkatkan kesembuhannya. Provinsi yang berhasil meningkatkan penanganannya mohon ditingkatkan lagi, agar tidak ada lagi kasus baru,” imbau Wiku.

Diketahui, terkait zonasi peta risiko per 18 Oktober 2020, di Sumatera Selatan hanya satu daerah yang berstatus zona merah atau berisiko tinggi, yakni Lubuklinggau. Ada dua daerah dengan zona kuning atau risiko rendah yaitu Ogan Ilir dan Empatlawang. Selebihnya, 14 kabupaten/kota di Sumsel kini berstatus zona orange atau daerah berisiko sedang dalam penyebaran Covid-19.

Dari peta zonasi risiko di Indonesia, lanjut Wisnu, menunjukkan sebaran daerah
zona merah (tinggi).turun dari 53 menjadi 32 kabupaten/kota. Zona oranye (sedang) meningkat dari 336 menjadi 344 kabupaten/kota, zona kuning (rendah) naik dari 100 menjadi 113 kabupaten/kota. Sedangkan zona hijau wilayah tidak ada kasus baru naik dari 11 menjadi 12 kabupaten/kota. Begitu juga daerah tidak terdampak juga menurun dari 14 menjadi 13 kabupaten/kota. “Kami harapkan pemerintah daerah keluar dari zona nyaman ini.dan bekerja lebih keras lagi agar keluar dari zona risiko sedang atau zona oranye dan berpindah ke zona kuning maupun hijau,” tegas Wiku. (red)