- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Satu Kasus Positif Belum Terdata di Pusat, Sumsel Kembali Tanpa Zona Merah
PALEMBANG, SIMBUR – Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Selatan terus mengalami lonjakan. Per tanggal 30 September 2020 terdapat penambahan 111 kasus (data pusat 110) konfirmasi positif Covid-19 di Sumsel. “Yang positif kita (Sumsel) 111 kasus. Satu yang belum tercatat oleh pusat,” ungkap Yusri, juru bicara Satgas Covid-19, dikonfirmasi Simbur, Rabu (30/9).
Menurut Yusri, penambahan konfirmasi positif berasal dari Palembang 13 orang, Musi Rawas 7 orang, Prabumulih 4 orang, Muara Enim 7 orang, Lahat 3 orang, dan Pagaralam 1 orang. Selanjutnya, Lubuklinggau 24 orang, OKUT 1 orang, Empat Lawang 11 orang, Banyuasin 3 orang, Musi Banyuasin 24 orang, Pali 11 orang, Muratara 1 orang, OKU 1 orang.
Untuk kasus sembuh, lanjut Yusri, bertambah 86 orang. Dengan demikian, total kasus sembuh menjadi 4.390 orang (72,01 persen). Penambahan kasus sembuh berasal dari Palembang 10 orang, Lahat 5 orang, Prabumulih 3 orang, Muara Enim 55 orang, Lubuk Linggau 2 orang, Muratara 4 orang, dan luar wilayah 7 orang.
Sementara, kasus meninggal bertambah 6 sehingga totalnya menjadi 348 orang (5,70 persen). Berasal dari Musi Rawas 2 orang, Lubuklinggau 1 orang, Palembang 1 orang, Prabumulih 1 orang, dan Muara Enim 1 orang.
“Total kasus positif di Sumsel 6.096 orang. Kasus Selesai 4.738 orang. Kasus aktif 1.358 orang,” jelasnya seraya merincikan, total suspect 18.931 orang, terdiri dari probable 315 orang, konfirmasi 2.920 orang, discarded 14.140 orang, proses 1.733 orang, dan suspect baru 177 orang.
Sementara itu, ada 20 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki angka kematian lebih dari 100 orang. Di antaranya Kota Palembang. Hal itu diungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.
“Mohon agar memerhatikan kasus dengan gejala sedang dan berat agar dapat ditangani sedini mungkin. Masyarakat yang mengalami gejala Covid-19 segera ke dokter dan dapat ditangani segera sebelum bertambah parah,” ujar Wiku dalam jumpa pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Selasa (29/9) lalu.
Diketahui, kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia per 30 September 2020 berjumlah 287.008 orang. Kasus sembuh 214.947 orang. Kasus meninggal 10740 orang. Dari 34 provinsi dan 497 kabupaten/kota terdampak terdapat suspek 132.693 orang dengan total 3.321.898 spesimen.
Wiku menambahkan, peta zonasi risiko yang dirilis Satgas Pusat per 27 September 2020 mengalami peningkatan. Jumlah zona merah (risiko tinggi) dari 58 naik menjadi 62. Zona oranye (risiko sedang) naik dari 304 ke 305. Zona kuning (risiko rendah) naik dari 111 ke 112. Sementara, zona hijau terdiri dari tidak ada kasus baru turun dari 21 menjadi 19 dan tidak terdampak turun dari 20 menjadi 16.
Wiku memperingatkan agar bisa menekan angka penularan dari daerah-daerah yang zonasinya menjadi risiko tinggi. “Kami mohon agar betul-betul kabupaten/kota (zona hijau) menjaga wilayah agar tidak terdampak,” harap Wiku.
Meski demikian, dari data yang dirilis, tidak ada zona merah di 17 kabupaten/kota se-Sumsel. Dari data tersebut, di Sumsel sendiri terdapat 12 daerah zona orange dan 5 zona kuning. Zona orange atau risiko sedang meliputi Banyuasin, Palembang, Musi Banyuasin, Musi Rawas, OKU, Pali, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Empatlawang, Musi Rawas, Muratara. Sementara, 5 daerah zona kuning atau risiko rendah terdiri dari Ogan Ilir, OKI, OKU Selatan, OKU Timur, Pagaralam.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (PP2M) Dinkes Kota Palembang, Yudhi Setiawan SKM MEpid mengatakan Kota Palembang masih berada di zona kuning atau daerah berisiko sedang dan berupaya menurunkannya lagi menjadi zona kuning dan hijau.
“Palembang masih risiko sedang dengan warna zona orange. Target kami turun lagi. Kalau bisa dari orange ke hijau. Dikatakan zona hijau apabila di Palembang tidak ada lagi kasus aktif. Sudah tidak ada lagi yang dirawat atau isolasi mandiri. Sekarang di Palembang kasus aktif masih 511,” ungkap Yudhi seraya menambahkan, dari orange turun ke kuning saja sudah baik. “Artinya kasus terkendali. Kalau dilihat dari kepatuhan, masyarakat kota lebih patuh terhadap protokol kesehatan dari masyarakat desa,” jelasnya.
Dipaparkannya, konfirmasi positif bertambah 13 sehingga totalnya 3.061 kasus, sembuh bertambah 10 sehingga totalnya 2.364 (77,2 persen), meninggal bertambah 1 sehingga totalnya 186 (6,0 persen). Kasus aktif 511 (16,6 persen).
Yang masih dirawat, isolasi mandiri ada 511 kasus aktif (16,6 persen) yang tersebar di 18 kecamatan. Yang dominan di Sukarami 67 kasus, Ilir Barat I ada 55 kasus, Sako ada 52 kasus. Selebihnya di bawah itu sebarannya,” bebernya.
Kalau dihitung dari persentase kesembuhan Palembang, lanjut Yudhi, sudah 77 persen melebihi rata-rata nasional. Meski persentase kematian (6 persen) melebihi rata-rata dunia. “Ada kabupaten-kota lain di Sumsel yang persentase kematiannya lebih tinggi,” kilahnya.(tim)



