- Simbur Academy 2026 Digelar, Perumda Tirta Musi Palembang Dukung Ketahanan Pangan Melalui Ketersediaan Air Bersih
- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
Tangkap Pembunuh Wartawan di Sulawesi Barat, Polisi Harus Gerak Cepat
PALEMBANG, SIMBUR – Ketua Bidang Advokasi/Pembelaan Wartawan PWI Pusat, H Ocktap Riady SH meminta Kapolda Sulawesi Barat bertindak cepat mengusut kematian wartawan Mamuju Barat, Demas Laira yang tewas dibunuh pada Rabu, 19 Agustus 2020. Ocktap menilai, ini merupakan kasus besar yang harus diungkap.
“Sudah hampir tiga minggu tapi kasus ini belum menemukan titik terang. Kami minta jajaran Polda Sulbar bergerak lebih cepat. Jelas, wartawan tewas dibunuh dengan delapan tusukan. Tolong diusut lebih cepat lagi,” ujar Ocktap melalui keterangan persnya yang diterima redaksi, Jumat (11/9).
Oktap meminta agar polisi jeli mengungkap kasus ini. “Harus jelas diketahui apakah almarhum meninggal atau dibunuh karena kasus lain atau kasus yang berkaitan dengan tulisan dia di media online,” ujar Ocktap.
Menurut salah satu penerima Press Card Number One ini, jika akhirnya terungkap kematian Demas Laira karena berita, polisi harus menangkap dalang atau otak perencanaan pembunuhan tersebut. Dia juga menyambut baik langkah Dewan Pers yang sudah ikut memantau kasus ini.
Dewan Pers, lanjut Ocktap, sudah membentuk satuan tugas penanganan kasus ini. Jadi kiranya polisi di Mamuju Barat bergerak lebih cepat. “Saya berharap Kapolri juga memantau kasus ini. Kapolri perintahkan Kapolda Sulbar untuk membentuk tim agar kasus ini terungkap cepat,” harap mantan Ketua PWI Sumsel dua periode ini.
Dirinya juga meminta kepada semua pihak menggunakan hak jawab jika berkeberatan dengan suatu pemberitaan. Bukan melalui jalan kekerasan. “Ayo budayakan hak jawab dan hak koreksi,” ujarnya.
Diwartakan, pada 19 Agustus 2020, Demas Laira ditemukan tewas terbunuh. Wartawan salah satu media online ini ditemukan sedikitnya tujuh tusukan senjata tajam. “Sayang sampai saat ini belum ada tersangka/pelaku yang berhasil ditangkap,” sesalnya.(kbs)



