- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Google seperti Cahaya yang Menyinari Kantor Berita Simbur
# Simbur Terima Apresiasi Google News Initiative’s Journalism Emergency Relief Fund
PALEMBANG, SIMBUR – Simbur sebagai salah satu kantor berita lokal di Sumatera Selatan berhasil lolos seleksi ketat sehingga mendapat apresiasi global dari Google. Apresiasi yang diterima Simbur sama seperti 5.300 media lainnya di seluruh dunia berupa dukungan pendanaan dari program Google News Initiative’s Journalism Emergency Relief Fund (JERF).
Muhammad Azhari, pemimpin umum dan redaksi Simbur Sumatera (simburnews.com) mengungkapkan terima kasih kepada Google. Menurut dia, bantuan ini menjadi motivasi dirinya sebagai wartawan dan pengelola media lokal miliknya untuk dapat berinovasi dan berkompetisi secara global.
“Terima kasih, Google. Program Journalism Emergency Relief Fund seperti cahaya yang menyinari kantor berita kami dari gelapnya pandemi. Bantuan ini telah memotivasi kami untuk melakukan inovasi dalam mengembangkan media lokal berdimensi global,” ungkapnya, Kamis (25/6).
Azhari menambahkan, meski pengembangan media lokal dapat diapresiasi platform global, pihaknya terus merawat kemerdekaan pers nasional. “Kami berusaha menjadi lebih profesional serta mengembangkan media dari program ini,” imbuhnya.
Dijelaskan Azhari, pihaknya sedang melakukan perubahan model bisnis media sebagai salah satu strategi mengatasi keterbatasan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Menurut dia, tujuan terpenting Simbur tak lain untuk meningkatkan nilai (value) yang mengarah pada rebranding dan pencapaian visi-misi. Dengan demikian, Simbur bukan lagi sebagai “newspaper” tapi telah dikonvergensi menjadi “newsbrand”. “Konten dan isu penting, baik versi cetak maupun online akan dikonvergensi,” jelasnya.
Selama lima tahun (2014-2019) berdiri, proses perjalanan Simbur tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selama itu pula, lebih dari 3.500 berkas lamaran yang masuk. Puluhan calon karyawan tetap pernah direkrut dan bergabung. Semua diefisiensikan berdasar hasil penilaian kerja. Belasan mahasiswa program studi jurnalistik pun pernah magang. Hingga Simbur pun harus merasakan dampak pademi. “Simbur lebih selektif dan mengambil langkah preventif untuk bertahan serta keluar dari krisis,” tutupnya.
Untuk diketahui, informasi dan pemberitahuan resmi bahwa Kantor Berita Simbur lolos seleksi dan layak menerima pendanaan global disampaikan Ben Shaw, Operations Manager of Digital Innovation News Fund (DNI Fund) Google pada 29 Mei 2020. “Terima kasih atas partisipasi terhadap Google News Initiative’s Journalism Emergency Relief Fund (JERF). Kami menerima 12.000 proposal yang masuk dari 100 negara bahkan lebih,” ungkapnya.
Menurut Shaw, banyaknya peminat program ini membuat pihaknya bangga untuk menyeleksi media lokal potensial untuk mendapat bantuan pendanaan global dari Google. “Respons untuk program ini benar-benar luar biasa. Dengan segala kerendahan hati dan bangga kami dapat membantu kantor berita lokal seperti Anda,” ungkapnya.
Ludovic Blecher, Head of Google News Initiative Innovation mengatakan, panitia menerima lebih dari 12.165 lamaran dari 140 negara yang memenuhi syarat. Sekitar 90 persen lamaran dari ruang redaksi kurang dari 26 wartawan. “Kami meninjau setiap aplikasi berdasarkan serangkaian kriteria. Di antaranya, publikasi yang beroperasi secara lokal, melayani komunitas geografis tertentu dan menggunakan uang untuk terus melakukannya,” terangnya.
Lanjut dia, sekitar 50 persen pelamar tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk umum. Alasan bervariasi dari tidak menghasilkan berita inti (yaitu, gaya hidup atau berita olahraga) hingga mempekerjakan kurang dari dua jurnalis. Tujuannya adalah menjadi seinklusif mungkin sambil tetap berpegang pada aturan kelayakan.
Disebutkan, penerima terbanyak ada di kawasan Amerika Utara dengan lebih dari 1.800 media (dari 3.050 lebih pendaftar), kawasan Eropa, Timur Tengah dan Afrika lebih dari 1.550 media (4.700 lebih pendaftar), kawasan Amerika Latin dengan lebih dari 1.050 media (lebih dari 2.350 pendaftar).
Rohan Tiwary, Kepala Kemitraan Media, Berita & Hiburan, APAC mengatakan, Asia Pasifik telah berurusan dengan COVID-19 lebih lama daripada kawasan lain mana pun — sejak Januari, di beberapa tempat — jadi pihaknya tahu betapa mendesaknya dukungan ini diperlukan. Ketika melihat lebih dari 2.000 lamaran, mereka mempertimbangkan keragaman Asia Pasifik yang sangat besar — tidak hanya lintas etnis, agama, dan bahasa, tetapi juga dalam hal lanskap berita. “Kami mendukung lebih dari 800 organisasi berita di 30 negara dan teritori,” ungkapnya.(kbs/red)



