- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Total Kasus Positif Covid-19 di Sumsel 1.869 Orang, Jumlah Sampel yang Masuk ke Laboratorium Menurun
# Kasus Aktif 901, Kasus Selesai 968
# Pasien Sembuh 893, Meninggal 75 Orang
PALEMBANG, SIMBUR – Jumlah sampel yang diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang dikabarkan menurun. Penurunan jumlah sampel dikarenakan jumlah kasus positif Covid-19 menurun. Hal itu diungkap Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel.
“Sampel di BBLK tidak lagi menumpuk. Saat ini sampel dengan masa tunggu dua hari. Artinya kembali normal lagi seperti awal pemeriksaan laboratorium. Penurunan kasus tersebut memang hasil laboratorium menurun. Bukan berarti pengiriman sampel dari kabupaten/kota menurun. Pengirman sampel masih seperti biasa. Penurunan sampel karena kasus yang positif menurun,” ungkap Yusri saat video conference, Rabu (24/6).
Pada prinsipnya, lanjut Yusri, sampel yang diambil OTG sehingga apabila penambahan positif banyak, tentu sampel akan banyak. Karena jumlah sampel mengikuti jumlah kasus. Rata-rata di keluarga 4-5 orang. Jadi kalau ada kasus10 bisa saja sampel yang dikirim 40-50.
“Pengiriman sampel fluktuatif mengikuti jumlah positif yang ditemukan dari hari seblumnya. Jumlah sampel yang diperiksa 800-an,” terangnya seraya menambahkan, pemeriksaan fokus dengan orang yang ada kontak soperti OTG dan ODP. “Jika sudah ter-cover pemeriksaan laboraorium kami akan adakan swab massal,” tegasnya.
Dipaparkan Yusri, kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 1.869 orang. Ada penambahan 14 kasus baru pada Rabu, 24 Juni 2020. “Kasus konfirmasi positif baru per tanggal 24 Juni 2020 mengalami penambahan sebanyak 14 orang,” ujarnya sembari menyebutkan, penambahan itu berasal dari Palembang 13 orang dan Muara Enim 1 orang. “Jumlah kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 1.869 orang,” terangnya.
Menurut Yusri, jumlah kasus yang sudah selesai (closed cases) 968 (75 kasus meninggal ditambah 893 kasus sembuh). “Sementara kasus yang masih aktif dan dalam proses menunggu hasil, bisa sembuh atau tidak sebanyak 901 orang,” terangnya.
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 8.098 orang, selesai dalam pantauan 6.460 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.638 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 885 orang. Sebanyak 434 orang sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 451 orang.
Pasien dinyatakan sembuh berjumlah 893 orang. Ada penambahan kasus sembuh 68 orang. “Terdiri dari Palembang 54 orang, Ogan Ilir 1 orang, Lubuklinggau 3 orang, Muba 10 orang,” urainya seraya menambahkan, kasus pasien meninggal 75 orang. “Ada penambahan1 kasus meninggal Berasal dari Palembang,” tandasnya sembari menyebut RT di Sumsel masih di atas angka 1,1.
Penyebab kasus sembuh banyak, jelas Yusri, karena banyak yang dinyatakan positif sembuh. “Kami minta puskesmas dan orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah untuk difollowup agar memeriksa sampel di BBLK dengan masa tunggu dua hari sehingga kasus sembuh akan lebih banyak.(kbs)



