- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Sawah Terendam Banjir, Pemkab Muba Beri Bantuan Benih
SEKAYU, SIMBUR – Musibah banjir akibat luapan Sungai Musi yang merendam sejumlah persawahan warga di Kecamatan Lais dan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin membuat tanaman atau benih padi ikut terendam. Menindaklanjuti hal itu, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Peternakan (TPHP) Muba mengajukan tambahan bantuan benih guna membantu petani di dua kecamatan tersebut.
“Sudah disetujui oleh pihak Kementerian Pertanian. Kami mendapatkan tambahan bantuan benih untuk dua kecamatan yakni Lais dan Sanga Desa dengan luasan 5.097 hektare,” ujar Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin.
Sementara itu, Kadis TPHP Ir A Thamrin menjelaskan bahwa bantuan benih ini bersifat mendadak, lantaran baru diajukan atas banyaknya permintaan masyarakat yang persemaian sawahnya gagal akibat terendam banjir sungai musi. Karenanya, dia berharap masyarakat bersabar, lantaran menyangkut uang negara, harus melalui proses administrasi berjenjang. “Yang jelas disalurkan tetap musim tanam saat ini, mudah-mudahan akhir bulan ini atau bulan Juli mendatang,” tukasnya.
Sebelumnya, ungkap Thamrin, Kabupaten Muba tahun ini mendapatkan bantuan paket lengkap dari dana APBN untuk luasan 5 ribu hektare untuk 10 kecamatan diluar Kecamatan Lalan. Paket tersebut selain benih, juga ada bantuan pupuk hayati, dolomit, pupuk NPK dan Herbisida. “Itu untuk musim tanam April-September, diperkirakan tanam bulan Juni dan Juli,” cetusnya.
Terpisah, Kades Teluk Kijing II, Kecamatan Lais, Margaretha Sok mengatakan berharap adanya bantuan benih bagi petani di desanya. Pasalnya akibat banjir luapan sungai musi bulan mei lalu, berimbas pada terendamnya sawah milik 11 kelompok tani di desa mereka. “Kami sangat berterima kasih kalau memang ada bantuan tersebut, cuma harapan kita bisa disalurkan kepada petani sebelum musim tanam berakhir. Kalau bisa sebelum bulan Agustus,” pungkasnya.(red/rel)



