Klaster Pasar Tradisional di Palembang Sumbang Puluhan Kasus Positif Covid-19 Tingkat Nasional

# Pedagang Positif di Kebun Semai 27 dan Kebun Bunga 5 Orang

PALEMBANG, SIMBUR – Klaster pasar tradisional menjadi trending topic di tingkat nasional setelah 27 pedagang Pasar Kebun Semai dan 5 pedagang pasar Kebun Bunga yang ada di Kota Palembang dinyatakan positif Covid-19. Hal itu sama seperti apa yang diungkap Kepala Pusdatin dan Komunikasi BNPB Raditya Jati dalam keterangan persnya yang menyebutkan bahwa kasus positif itu tersebar di Pasar Kebun Semai dan Pasar Kebun Bunga Kota Palembang.

Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel mengatakan, banyaknya jumlah kasus di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan karena penduduk Palembang memang banyak. Meski demikian, tim gugus tugas provinsi belum bisa memastikan untuk melakukan swab massal, khususnya di pasar tradisional.

“Kota Palembang lebih banyak penduduknya (1.681.374 orang). Secara dampak penularan di tempat yang lebih banyak dan jumlah kasusnya di tempat yang lebih banyak,” ungkap Yusri dalam sesi tanya jawab saat video conference, Senin (22/6).

Yusri menambahkan, pihaknya akan melihat perkembangan kasus ke depan, apakah penting dilakukan swab massal. “Seperti pasar merupakan tempat yang efektif untuk swab massal,” ujarnya.

Informasi yang diterima, puluhan pedagang pasar tradisional di Kota Palembang dinyatakan positif Covid-19. Kasus positif yang tersebar di dua pasar yakni Kebun Semai dan Kebun Bunga Palembang itu telah menjadi buah bibir di tingkat nasional. Ditanya perkembangan dua klaster pasar tersebut, Yusri mengaku tidak mengikutinya. Menurut dia, provinsi lebih fokus pada jumlah kasus positif secara umum.

Yusri meminta untuk konfirmasi dan menanyakan langsung ke kabupaten/kota bersangkutan karena di provinsi tidak menjangkau secara detail klaster di kabupaten/kota. “Silakan tanya langsung ke gugus tugas Kota Palembang untuk klaster yang lebih detail. Kami di provinsi hanya tahu sekilas itu yang positif saja,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (PP2M) Dinkes Kota Palembang, Yudhi Setiawan SKM MEpid selaku juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang mengatakan, jumlah kasus positif di Pasar Kebun Semai sebanyak 27 orang, sedangkan di Pasar Kebun Bunga sebanyak 5 orang.

Dijelaskan Yudhi, di Pasar Kebun Semai telah dilakukan rapid test pada 26 Mei 2020 terhadap 20 orang perangkat pasar dengan hasil 1 orang reaktif. Kemudian, rapid test kembali dilakukan pada 27 Mei 2020 terhadap 40 pedagang, dengan hasil reaktif 4 orang. Rapid test pada 28 Mei 2020 dilakukan terhadap 87 pedagang dengan hasil reaktif 31 orang. Rapid test pada 29 Mei 2020 dilakukan terhadap 66 pedagang dengan hasil reaktif 14 orang.

Dilakukan swab pada 3 dan 4 Juni 2020. Pada 6 Juni 2020 kembali diperiksa 15 orang dengan hasil reaktif 5 orang. Pada 8 Juni 2020 diperiksa 84 orang dengan hasil reaktif 12 orang. Hasil tes reaktif langsung dilakukan Swab pada 9 dan 10 Juni 2020. “Total pedagang yang sudah diswab 51 orang, dengan hasil 27 orang positif, 9 orang di antaranya dari luar wilayah,” terang Yudhi kepada Simbur.

Yudhi menambahkan, rapid test susulan 11 Juni 2020 sebanyak 43 orang dengan hasil reaktif 8 orang. “Yang sudah keluar hasilnya sebanyak 37 orang, 14 orang masih dalam proses,” paparnya.

Sementara, untuk Pasar Kebun Bunga, lanjut Yudhi, jumlah total pedagang yang di-rapid test 131 orang dengan hasil reaktif 23 orang. Sementara, swab yang dilakukan pada 30 Mei, 3 dan 10 Juni terhadap 23 orang, baru mengeluarkan hasil10 sampel. 2 orang positif dan 8 negatif. Sementara hasil tes 13 orang lagi keluar 2 sampel positif. “Total pedagang pasar Kebun Bunga yang positif sebanyak 5 orang,” jelasnya.

Yudhi berharap pengawasan klaster pasar di Palembang terus dilakukan gugus tugas kecamatan. “Kalau dari kami tetap mengedepankan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Kami harap tiga pilar di gugus tugas kecamatan berfungsi dengan maksimal. Mulai dari pemerintah kecamatan, babinsa dan babinkamtibmas. Artinya mereka terus melakukan pengawasan di pasar. Kalau dari Dinas Kesehatan melalui puskesmas yang melakukan rapid test atau swab,” imbuhnya.

Lanjut Yudhi, hasil reaktif dan swab yang positif itu harus isolasi mandiri. Menurut dia, sebagian besar pedagang keadaannya bagus tanpa gejala. “Artinya mereka tidak boleh berjualan. Tiga pilar itu berfungsi agar tidak terjadi penularan. Harus ada petugas yang berjaga di pintu masuk pasar. Kami harap juga info dari media kalau ada pasar yang belum menerapkan itu,” tandasnya.(tim)