- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Palembang Juara Ketiga Nasional Lomba Video Inovasi Daerah
PALEMBANG, SIMBUR Kota Palembang dikabarkan telah berhasil menyabet juara ketiga kategori Klaster Kota pada lomba Video Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 yang diadakan Kemendagri RI. Yudhi Setiawan SKM MEpid, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang mengaku belum banyak mengetahui hal itu.
“Semua terlibat karena itu Pemkot Palembang. Saya belum jelas inovasi dalam hal apa. Inovasi penanggulangan covid atau apa. Yang jelas bukan pasar Kebun Bunga dan Kebun Semai,” ungkap Yudhi kepada Simbur, Senin (22/6).
Kepala Diskominfo Kota Palembang, H Edison mengatakan, Kota Palembang menampilkan video inovasi daerah tatanan normal baru produktif dan aman Covid 19 dalam sektor pasar tradisional. “Alhamdulillah meraih juara se-Indonesia di sektor pasar tradisional,” ungkap Edison melalui siaran pers yang diterima redaksi.
Menurut dia, selama sepekan, menjadi waktu yang sangat singkat untuk membuat video tersebut. “Ini hasil karya tim khusus dari Diskominfo Palembang,” ungkapnya lalu mengatakan, meski hanya menonjolkan lima orang sumber daya manusia (SDM), hasilnya pun sangat memuaskan. “Dalam tim itu ada lima orang. Proses hari pertama membuat skrip videonya. Pengerjaan video di lapangan sekaligus editing kami kerjakan selama dua hari,” jelasnya.
Masih kata dia, dalam pembuatan video, ada suatu makna tersendiri yang memang bersifat edukasi bagi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. “Semuanya memang menerapkan protokol kesehatan yang memang ditentukan WHO. Mulai dari cuci tangan, penggunaan masker, physical dan social distancing. Semuanya itu diterapkan,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan, dalam video tersebut juga memiliki suatu kelebihan yang dinilai mampu untuk diduplikasi oleh daerah-daerah lain dengan sederhana. “Memang kami ada namanya belanja via WhatsApp. Setiap masyarakat itu memiliki WhatsApp. Kalau aplikasi, mungkin orang mesti download dahulu,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui video tersebut, masyarakat dapat terus mematuhi protokol kesehatan guna melawan Covid-19 yang saat ini sedang melanda. “Yang pasti kami berharap masyarakat dapat terus menerapkannya dalam kehidupan kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Diwartakan sebelumnya, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengatakan, pemerintah pusat melalui APBN memberi dukungan kepada pemerintah daerah. Dengan skema akan memberikan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp5 triliun bagi daerah yang berinovasi berdasarkan usulan Kemendagri. Adapun sasaran daerah yang melakukan penyesuaian APBD untuk penanganan covid-19 (kesehatan, bansos dan pemulihan ekonomi) dan digunakan untuk bidang kesehatan, bantuan sosial serta upaya pemulihan ekonomi untuk mendorong kegiatan ekonomi di daerah.
Selain alokasi DID tambahan, Kemenkeu mendukung program Kemendagri melalui anggaran pemberian reward bagi daerah yang berinovasi dalam menghadapi Covid-19. “Selain itu juga disiapkan cadangan DAK Fisik dengan pagu Rp9,11 triliun, dengan sasaran infrastruktur padat karya dan meningkatkan levarage perekonomian dengan jangka pendek tiga sampai lima bulan,” paparnya.(kbs)



