Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Jadi 537 Orang, Tidak Keluarkan Surat Keterangan Sehat untuk Izin Mudik Lebaran
# Pasien Meninggal 16 Orang, Standar Internasional 2,4 Persen dan Masih Wajar
PALEMBANG, SIMBUR – Kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan menjadi 537 orang. Ada penambahan 16 kasus baru pada hari ini, Senin, 18 Mei 2020. Hal itu disampaikan Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel.
“Kasus konfirmasi positif baru per hari ini tanggal 18 Mei 2020 mengalami penambahan sebanyak 16 orang. Paling banyak 15 orang dari Palembang dan Prabumulih 1 orang. Kasus transmisi lokal,” ungkap Yusri melalui video conference, Senin (18/5).
Yusri mengimbau agar masyarakat tidak terlalu panik dengan penambahan kasus ini. “Pertama, kasus Covid ini masih berkembang. Kedua penambahan berasal dari keluarga, sahabat dan orang yang dekat dengan kasus positif sebelumnya sehingga sangat wajar,” ungkapnya.
Dijelaskannya, jumlah sampel yang diperiksa di laboratorium sebanyak 2.424 orang. Terdiri dari 1.845 OTG, 464 PDP, dan 115 ODP. Jumlah sampel positif 537 orang. Jumlah sampel negatif 275. “Sebanyak 1.612 sampel masih dalam proses pemeriksaan,” terangnya.
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 5.374 orang, selesai dalam pantauan 3.973 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.401 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 381 orang. Sebanyak 175 sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 206 orang.
Kasus konfirmasi sembuh totalnya 73 orang. Hari ini, menurut Yusri, tidak ada penambahan kasus sembuh. Sementara, kasus pasien meninggal 16 orang. “Ada penambahan 1 kasus meninggal, berasal dari Prabumulih,” ucapnya.
Menurut Yusri, kasus meninggal masih dalam standar global. “Secara internasional angka meninggal sekitar 2,4 persen dari total kasus. Kita masih berada di angka 2,4 persen. Karena itu data meninggal di Sumsel masih normal,” tegasnya.
Terkait surat kesehatan untuk mudik Lebaran, Yusri mengaku pihaknya belum menerima pemberitahuan dari pusat. “Itu pasti ada informasi seperti apa lebaran tahun ini. Untuk mudik, tidak ada pemberian surat keterangan sehat atau rapid test. Kecuali pejabat dan pegawai negara dan pejabat swasta yang ada hubungan dengan pekerjaan Covid-19 atau masyarakat yang keluarganya sakit atau meninggal,” tegasnya.
Mengenai rencana mogok kerja tenaga kesehatan di Kabupaten Ogan Ilir, Yusri mengatakan, gugus tugas tidak begitu menanggapi. “Nakes yang mogok itu tidak melayani pasien Covid-19. Sampai saat ini belum ada petugas yang menangani Covid tertular. Mereka yang tertular itu bukan nakes yang merawat pasien Covid. Kami imbau yang mohok kerja ketahui dulu Covid ini. Ogan Ilir belum ada laporan merawat PDP. Kerja saja belum sudah mau mogok,” sindirnya.(kbs)



