- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Bantah Penularan Virus Corona di Sumsel Fenomena “Gunung Es”, Terus Lakukan Contact Tracing
# Bertambah 4, Kasus Positif Covid-19 Jadi 93 Orang
PALEMBANG, SIMBUR – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan membantah bahwa kasus penularan penyakit akibat virus Corona yang tercatat selama ini hanya sebatas fenomena “gunung es”. Artinya, beredar dugaan di masyarakat bahwa penyampaian data dan kasus penyebaran Covid-19 di Sumsel hanya menggambarkan situasi di mana sebagian besar masalah tidak nampak, tidak dilaporkan atau tersembunyi dari fakta sebenarnya. Hanya “puncak gunung es” dari masalah saja yang diketahui dan disampaikan.
“Kalau seperti ‘gunung es’ tidak juga. Karena kami terus melakukan contact tracing. Semua orang yang kontak sudah kami isolasi walaupun hasil lab-nya masih menunggu. Jadi dari 245 orang yg hasil lab-nya masih menunggu, siapa pun yang tidak ada gejala tapi ada contact tracing langsung kami isolasi. Ada yang di rumah sakit. Ada juga yang di rumah karena patuh dan mengerti kesehatan,” ungkap Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan saat video conference, Kamis (23/4).
Diungkap Yusri, terdapat penambahan 4 orang pasien positif Covid-19 sehingga jumlah di Sumsel menjadi 93 orang. “Kasus konfirmasi positif baru Covid-19 per 23 April 2020 sebanyak 4 orang. Dengan rincian 2 orang dari Prabumulih, transmisi lokal dan 2 orang dari Palembang, juga transmisi lokal,” ungkapnya.
Keempat pasien positif baru, lanjut Yusri, semuanya kasus lokal, tidak ada riwayat perjalanan. Dijelaskannya, untuk pasien baru yang di Palembang penularan berasal dari cluster rumah sakit. Kasus 90 perempuan 54 tahun dan kasus 91 perempuan 30 tahun. “Untuk di Prabumulih dari cluster 02, Dari kasus ES. Masih satu keluarga,” ungkapnya seraya menegaskan, penambahan dari Prabumulih semua wanita, kasus 92 umur 4 tahun dan kasus 93 usia 17 tahun.
Disampaikan pula, total jumlah sampel yang diperiksa 461. Orang tanpa gejala (OTG) 278, PDP 159, dan ODP 24. “Adapun sampel positif 93, negatif 123 dan masih dalam proses pemeriksaan 245,” paparnya
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 3.121 orang, selesai dalam pantauan 2.078 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.043 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 141 orang. Sebanyak 72 sudah pulang karena negatif, serta masih dalam pengawasan 69 orang. “Penambahan PDP baru hari ini ada 9 orang,” terangnya seraya menyebutkan, jumlah pasien sembuh ada 4 orang, 2 orang dari OKI, 1 dari Palembang, dan 1 orang lagi dari luar kota. Kasus meninggal berjumlah 3 orang. (kbs)



