- Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel
- Sebelas Detik Mengubah Makna: Ketika Algoritma Mengalahkan Fakta
- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
Guru Besar Kedokteran dan Ulama Sumsel Meninggal Dunia, IDI Palembang Berduka
PALEMBANG, SIMBUR – Guru besar kedokteran sekaligus ulama di Sumatera Selatan berinisial US (77) dikabarkan meninggal dunia Kamis (16/4) sore. Kabar tersebut dibenarkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang, Dr dr Zulkhair Ali.
Menurut Zulkhair, IDI Kota Palembang sangat kehilangan salah seorang guru besar, bukan hanya dalam bidang ilmu kedokteran tapi juga keagamaan. “Benar. Kami sangat berduka dan kehilangan. Beliau anggota kami. IDI berlaku seumur hidup, organisasi lintas profesi dan lintas generasi,” ungkap Zulkhair kepada Simbur, Jumat (17/4).
Zulkhair menerangkan banyak kenangan, ilmu serta motivasi yang diberikan sosok almarhum. “Bukan hanya guru kami di kedokteran tapi juga guru sebagai manusia. Tidak sedikit dari kami yang diberi motivasi untuk hijrah. Baik secara ilmu kedokteran maupun keagamaan. Khususnya bagi mahasiswa kedokteran yang perempuan, dibimbing untuk berhijab,” kenangnya.
Banyaknya tenaga medis di tanah air, baik sebagai dokter/perawat maupun pasien yang meninggal dunia akibat keganasan Virus Corona, Zulkhair berpesan kepada masyarakat kesehatan di Sumsel, khususnya anggota IDI Palembang. Dia mengimbau agar dokter dan perawat tetap melaksanakan tugas kemanusiaan menanggulangi pandemi Covid-19. Meski demikian, dirinya mengimbau agar tenaga medis, baik dokter maupun perawat tetap mengutamakan kesehatan dan perlindungan diri.
“Bagaimanapun ini tugas kami sebagai masyarakat kedokteran yang melaksanakan tugas kemanusiaan. Harus dihadapi bersama, baik secara keilmuan dan perlindungan diri walaupun masih dalam keterbatasan,” imbaunya.
Kepada masyarakat, harap Zulkhair, harus dapat memaklumi apabila ada pembatasan yang dilakukan tenaga medis. Misalnya, jadwal praktik yang berubah. “Masyarakat bisa melakukan konsultasi (dengan dokter) menggunakan teleconference melalui telepon. Kalau mau mengambil obat baru ke apotek,” terangnya.
Diketahui, US meninggal dunia akibat virus Corona. Kabar tersebut beredar setelah Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel, Prof Dr dr H Yuwono MBiomed menyampaikan laporan perkembangan terkini konfirmasi kasus Coronavirus di Sumsel melalui video conference, Kamis (16/4). Laki-laki berusia 77 tahun dan berdomisili di Palembang ini tercatat sebagai pasien kasus nomor 37. Status kasusnya masih dalam proses penyelidikan. “Semua di-handle RSMH sesuai protokol,” ungkap Prof Yuwono. (maz)



