- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Mayat Mahasiswi Membusuk di Indekos
PALEMBANG, SIMBUR – Mayat mahasiswi salah satu universitas swasta di Palembang ditemukan di dalam indekosnya Selasa (7/4) pagi. Peristiwa itu menggemparkan warga yang tinggal di Lorong Muhajirin IV, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Penemuan mayat mahasiswi tersebut dibenarkan Kapolsek Ilir Barat (IB) I, Kompol Yenni Diarty SIK. Menurut Kapolsek, pihaknya menerima laporan dari masyarakat dan telah mendatangi locus delicti (TKP).
“Jadi tadi pagi piket SPK kami menerima laporan dari masyarakat yang menjelaskan penemuan mayat di sekitar Lorok Pakjo. Tim langsung mendatangi TKP dan menemui mayat yang sudah terbujur kaku di dalam kosnya sendiri,” ungkap Kapolsek kepada wartawan, Selasa (7/4).
Kompol Yenni menerangkan, mayat tersebut atas nama Ika Utami (25). Almarhumah mahasiswi itu diketahui berasal dari Desa Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin. “Perempuan atas nama Ika. Yang bersangkutan adalah mahasiswi,” jelas Kapolsek sembari menambahkan, kematian mahasiswi tersebut diperkirakan sudah lebih dari empat hari. “Karena kondisi mayat sudah membusuk,” ungkapnya.
Informasi yang dihimpun, dokter telah menemukan janin berusia 6-7 bulan yang keluar dari kemaluan korban, tepatnya dari balik popok yang digunakan. Korban diduga meninggal karena kehabisan darah saat melakukan aborsi mandiri.
Menanggapi itu, Kapolsek menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah mahasiswi tersebut tewas akibat dugaan aborsi. Selain itu, polisi tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. “Kami masih menunggu hasil laporan forensik, dari dokkes. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Ditemukan obat-obatan di sekitar lokasi,” tegasnya.(tim)



