Kalau Ada Banjir saat Pandemi Covid-19 di Sumsel, Harus Siap Ambil Tindakan

PALEMBANG, SIMBUR – Di tengah ancaman pandemi Covid-19, masyarakat diminta untuk tetap tinggal di rumah sesuai protokol kesehatan yang telah diberlakukan pemerintah. Di sisi lain, jika terdampak banjir selama musim hujan, masyarakat tentu akan dihadapkan dengan pilihan untuk memenuhi semua kebutuhan mendesak yang harus disegerakan.

Warga yang rumahnya tergenang banjir cenderung memilih evakuasi untuk menyelamatkan diri dan harta benda di lokasi pengungsian, baik dilakukan sendiri maupun secara bersama. Akibatnya, protokol kesehatan untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah pun akan diabaikan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra Lesty Nurainy Apt MKes mengatakan, Sumsel siap mengambil langkah seandainya terjadi banjir saat musim hujan di tengah pandemi Covid-19.  “Kalau ada hal lain yang mengancam, kita harus mengambil tindakan,” ungkap Lesty, dikonfirmasi Simbur, Kamis (2/4) malam.

Dijelaskannya pula, Physical distancing, bukan social distancing saja yang dapat dilakukan. Physical distancing itu menjaga jarak aman supaya virus ini tidak melebar. Social distancing menghindari kerumunan dan perkumpulan dengan banyak orang. “Kalau banjir dan ada Covid-19, ya lebih baik di dalam rumah,” ungkap Lesty.

Dia juga mengimbau agar masyarakat mengikuti imbauan  yang telah disampaikan pemerintah. “Jaga kesehatan. Tingkatkan daya tahan tubuh, tetap lakukan PHBS (pola hidup bersih dan sehat). Terpenting jaga jarak itu. Kalau ada keluhan langsung ke rumah sakit,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan, Bambang Beni Setiaji kepada Simbur menjelaskan, tidak ada hubungan antara penyebaran virus Corona dengan cuaca. “Belum ada penelitian lanjut terkait cuaca dengan itu (Covid-19). Walaupun ada virusnya tapi tidak (ada hubungan penyebaran virus tersebut dengan cuaca dan banjir),” ujarnya.

Menurut dia, kalau masih (kumpul) rame-rame tetap bisa menular. Untuk virusnya, sambungnya, memang ada. Kalau untuk social distance (termasuk penyebaran virus akibat cuaca dan banjir) tidak ada. “Penelitian terakhir (BMKG) begitu. Nanti ada rilisnya dari BMKG. Sekarang masih disampaikan kepada Presiden,” ungkapnya.

Bambang memastikan, untuk wilayah Sumatera Selatan, khususnya Palembang belum berpotensi terjadinya banjir. “Lebih potensi petir dan angin kencang. Kalau banjir, minimlah. Walaupun ada, potensi genangan. Kalau banjir, tidak,” terangnya.(maz)