- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Dokter dan Perawat Covid-19 di Sumsel Bakal Dapat Insentif dari Dana Rp100 Miliar
# Gubernur Pangkas Habis Biaya Perjalanan Dinas Luar Negeri
PALEMBANG, SIMBUR – Dokter dan perawat yang menangani Covid-19 bakal dapat dana insentif. Saat ini Gubernur Sumsel Herman Deru sudah menantikan pengajuan data administrasi dari OPD atau gugus tugas mengenai kebutuhan masing-masing.
“Karena uangnya sudah tersedia akan dialirkan sesuai sistem yang dibuat oleh BPKP utamanya untuk insentif para tenaga medis seperti dokter spesialis, dokter, perawat dan asisten perawat. Dengan tahapan sesuai yang disebutkan Presiden,” jelas Gubernur.
Untuk di Sumsel tentu akan menghitung berapa banyak pasien yang ditangani para petugas medis. Semakin banyak yang mereka layani maka insentif yang akan diberikan juga akan lebih besar. “Untuk memenuhi ini, kami sudah lakukan efisiensi anggaran perjalanan dinas luar negeri. Gubernur, Sekda dan Sekwan ketemu sudah ketemu di angka Rp100 miliar dari dana inilah akan kita gelontorkan,” jelasnya.
Menurut Gubernur, pemangkasan itu memang harus dilakukan, karena penanganan Corona di Sumsel dinilainya lebih penting. “Untuk anggaran perjalanan luar negeri akan kami pangkas sampai 0 persen. Sedangkan untuk dalam negeri 50 persen,” tegasnya.
Sebanyak 2.000 APD Dibagikan
Bukan hanya insentif, alat pelindung diri (APD) mulai akan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Sumsel. Untuk pertama distribusi ini diserahkan secara simbolis sebanyak lima paket dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang kepada Provinsi Sumsel melalui Gubernur Sumsel H Herman Deru Jumat (27/3) siang.
Menurutnya, bantuan ini sudah sangat ditunggu-tunggu oleh para tenaga medis yang saat ini tengah berjibaku menangani pasien terkait Covid-19. Selain bantuan dari Kemenkes, APD ini juga terdiri dari stok yang memang dimiliki Sumsel.
“Mulai hari ini sudah bisa kami salurkan baik yang berupa stok kita lama atau hasil karya warga Sumsel seperti jas hujan modifikasi. Selain APD kita juga serahkan bantuan rapid tes dan kita serahkan ke berbagai RS penerima yang sudah ditunjuk,” jelas Gubernur.
Satu set APD yang diberikan secara simbolis itu sendiri terdiri atas masker, 20 masker, cover all 15 pcs, sarung tangan panjang 15 pasang, sarung tangan biasa 15 pasang, cover shoe 15 pasang, masker N 59 15 pcs, kacamata google 5 pcs serta sepatu boots 5 pasang.
APD ini diperuntukkan kepada 5 RS yang ditunjuk yakni RSUP Dr. Moch Husein Palembang (1 paket), kemudian RS Dr Rivai Abdullah ( 1 paket ), RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel (1 paket), RSUD Kayu Agung (1 paket) serta RSUD Lahat (1 paket). “Selain 5 rumah sakit itu, akan kita beri juga ke RS yang second line. Intinya kita bagi secara proporsional,” tambahnya.
Sejak status Sumsel naik menjadi tanggap darurat Covid-19, Pemprov Sumsel bersama tim gugus tugas terus melakukan aksi nyata untuk menangkal penyebaran pandemi Corona di wilayah Sumsel. “Termasuk pendistribusian APD ini, aksi ini kita lakukan karena tenaga medis adalah garda terdepan dan paling rentan terhadap penyebaran Covid-19. Selain APD bantuan ini kita juga tetap order,” tutur Herman Deru.
Selain APD, dalam kesempatan tersebut juga dibagikan bantuan rapid tes, sanitizer, cairan disinfektan serta vitamin untuk menjaga stamina tubuh. Bantuan-bantuan ini akan terus digelontorkan ke puskesmas-puskemas hingga puskesmas pembantu di desa-desa.
Lebih jauh HD menuturkan selain ancaman penyebara Covid-19, saat ini masyarakat juga sudah mulai harus memikirkan dampak lainnya seperti kegiatan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Agar tidak terlalu berimbas HD bahkan sudah memanggil pohak terkait seperti Kepala Perwakilan BI Sumsel dan Kepala OJK. “Termasuk juga soal kebutuhan informasi warga tentang skema kredit dan lainnya, pada saat Covid ini melanda. Jadi masalah ini harus dipikirlan dari dua sisi ya pencegahannya juga dampaknya pada pembangunan. Karena pembanguna harua terus berjalan,” ujarnya.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Dra Lesty Nurainy mengatakan bahwa APD itu nanti akan diberikan kepada pada RS yang sesuai dengan SK dari Menteri Kesehatan dan RS Second line yang diberikan melalui dinas kesehatan.
Selain bantuan Kemenkes, secara beruntun kata Lesty sebanyak 2.000 APD bantuan BNPB juga akan mulai didistrubsikan di Sumsel. “Secara beruntun akan segera datang 2000 set bantuan BNPB dan dibagikan secara proporsional. Rinciannya belum dapat tapi itu satu set dan banyak sekali,” terang Lesty.
Untuk memenuhi kebutuhan APD ini Pemprov Sumsel juga terus memesan sebagai antisipasi beberapa waktu kedepan. Karena itu Lesty dalam kesempatan tersebut juga berpesan agar semua orang tetap menjaga jarak dan ketahanan tubuh. “Semoga Covid-19 ini tidak semakin banyak ya. Makanya kita perlu jaga jarak juga,” jelasnya.
Rapid Test Dibagikan, Cek dengan Sistem Drive Thru
Sebanyak 2400 alat Rapid Tes Covid-19 bakal segera diaplikasikan Pemprov Sumsel untuk mengetahui secara pasti sebaran wabah Corona di wilayah Sumsel.
Namun karena jumlahnya yang masih terbatas, ribuan rapid tes ini baru akan digunakan untuk mereka yang masuk skala prioritas seperti Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pemantauan (PDP) serta tenaga medis, seperti Dokter Spesialis, Dokter dan perawat serta asisten perawat. “Saat ini rapid tes sudah tersedia 2400 dan akan digunakan untuk tes sebaran Covid. Nanti setelah diterima, tes Covid akan segera kita laksanakan,” ujarnya.
Namun demikian untuk penggunaannya, Gubernur Sumsel Herman Deru lebih memilih menggunakan sistem drive thru untuk menghindari munculnya persoalan baru. “Saya lebih setuju tes rapid di Sumsel ini pakai sistem drive thrue. Jadi tidak ada tes massal karena justru akan mengumpulkan orang lagi. Walaupun diberi jarak tetap ada risiko,” ujarnya.
Tak hanya memastikan soal penggunaan rapid tes di Sumsel dalam kesempatan itu, Gubernur juga memastikan akan segera membagikan sanitizer dan cairan disinfektan ke rumah-rumah warga. “Kami serahkan juga vitamin untuk menjaga daya tahan warga. Dengan vitamin kni kita harap stamina jadi lebih terjaga,” katanya.(kbs)



