Gubernur Akui Satu PDP Meninggal Positif Corona, Tetapkan Status Sumsel Darurat

# Pemprov Kucurkan Dana Rp100 Miliar

 

 
PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Herman Deru akhirnya membenarkan bahwa satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Sumatera Selatan positif terpapar virus Corona. Dengan demikian, Sumsel tak lagi mempertahankan status zero Covid-19.

“Baru saja kami menerima rilis dari juru bicara pusat tadi, gugus tugas khususnya. Menurut informasi dari spesimen yang kami kirim ke Litbangkes, ternyata ada jawaban. Satu saudara kita positif corona, dari enam spesimen yang dikirim. Inilah sebenarnya informasi resmi yang dapat kami sampaikan,” ungkap Gubernur kepada pers, Selasa (24/3).

Terkait itu, Gubernur juga menaikkan status Sumsel dari waspada menjadi tanggap darurat atau siaga Corona. “Sejak semalam kami sudah antisipasi karena ada PDP kita, dua yang meninggal. Status sejak tadi malam sudah dinaikkan menjadi tanggap darurat untuk mengantipasi Covid-19 di Sumatera Selatan,” terangnya.

Terkait status tanggap darurat, Gubernur Herman Deru mengatakan akan menindaklanjuti dengan Keputusan Presiden (Kepres) No 09 Tahun 2020 dan tindaklanjuti Intruksi Presiden (Inpres) 04 Tahun 2020 tentang cadangan keuangan khusus Pemerintah Daerah. Dengan merelokasi bahwa Pemprov Sumsel hari ini dari efisiensi yang tepapar dalam waktu yang singkat ini sudah mencadangkan dana  Rp l100 miliar.  “Jadi dana tersebut akan kita gunakan untuk mengantisipasi Covid-19 dan dampaknya,” terangnya.

Sementara, untuk fasilitas dalam penanganan Covid-19, lanjut Herman Deru selain rumah-rumah sakit yang sudah disediakan, ada juga penambahan seperti Wisma Atlet dan Asrama Haji.  “Wisma Atlet dan Asrama Haji juga akan menjadi tempat Covid-19. Jadi akan ada klasternya bahwa karantina itu bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit tapi karantina untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) itu sudah siapkan bahkan sudah 2.000 kamar. Baik 1.000 kamar di Wisma Atlet dan 1000 kamar di Asrama Haji,” ucapnya.

Lebih jauh Gubernur Herman Deru menambahkan, hal yang penting yaitu menjaga stabil ekonomi khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah seperti buruh, petani, nelayan, tukang ojek, driver dan lainnya. “Jadi itu yang harus jaga stabilannya bahkan jika saudara kita itu turun grid menjadi keluarga yang hampir miskin itu akan ada Bansos dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi bahkan kabupaten /kota. Hal tersebut juga tidak lepas dari data BPS untuk menentukan sasaran keluarga penerima manfaat ini bertambah maka perlu data yang akurat dari BPS,” tuturnya.

Sementara itu, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan siap membantu Pemerintah Daerah baik itu personil, peralatan medis serta rumah sakit. “Kami sudah siap untuk membantu hal-hal yang perlukan Pemerintah daerah baik personil maupun peralatan medis serta Rumah Sakit,” ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolda Sumsel akan bekerja semaksimal mungkin dalam membantu Pemerintah Daerah dalam mengatasi Covid-19. “Kami juga sudah menyiapkan RS. Bayangkara. Jadi semaksimal mungkin dan siap mendukung pemerintah daerah,” tutupnya.(kbs)