- Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, 9.294 Gerai Selesai Dibangun
- Persiapkan Muswil, SMSI Sumsel Harus Mengambil Langkah Strategis
- Optimistis Festival Sriwijaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sumsel
- Pastikan Sasaran TMMD di OKI Tercapai
- Angkat Wastra Kawai Kanduk, Borong Penghargaan
Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau
PALEMBANG, SIMBUR – Jumlah korban akibat serangan harimau sumatera di Pagaralam, Lahat, dan Muara Enim bertambah. Mustadi (52) bin Maspur yang bekerja sebagai petani tewas diterkam harimau saat sedang berladang di areal perkebunan Pendamaran atau Hutan Seribu. Nahas dialami warga Desa Pajar Bulan Kecamatan Semendo Darat Ulu Kabupaten Muara Enim itu terjadi pada Kamis (12/12) sekitar pukul 05.30 WIB.
“Informasi yang kami dapat serangan terjadi pada Kamis malam. Lokasinya masih berada di dalam hutan lindung,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Martialis Puspito, Jumat (13/12).
Saksi yang melihat langsung kejadian, Irian (32) bin Basri mengatakan, locus delicti di kebun milik Muplih yang digarapnya di pedamaran Hutan Seribu Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat, Kamis (12/12) sekira jam 17.30 WIB. Dijelaskan, saat korban bersamanya selesai menggiling kopi di depan pondok, korban berniat mengambil burung pikat miliknya, sekitar berjarak 10 meter dari pondok.
Saksi Irian melihat ada harimau berjalan ke arah korban. Saksi berteriak memperingatkan korban, namun tiba-tiba harimau menerkam leher korban, dan menyeret korban. Saksi Irian berlari ke pondok dan memukul mukul seng membuat gaduh agar harimau pergi. Setelah harimau meninggalkan korban, saksi Irian mendekat akan menolong. “Namun harimau mendekat lagi, mau menyerang,” ungkap Irian.
Saksi berlari dan meminta pertolongan ke pondok sebelah dan bertemu Arif. Kemudian Arif berhasil menelepon kerabat ke Desa Pajar Bulan. Diketahui, korban tewas dengan kondisi mengenaskan dengan luka di leher depan. Luka menganga dada kanan tulang rusuknya dan sebagian organ dalam hilang. Betis belakang kaki kiri sampai telapak kaki hilang, telapak kaki kanan hilang, dan beberapa luka sayat pada dada.
Seminggu sebelumnya, petani kopi tewas diterkam harimau di
Hutan Lindung Desa Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan kota Pagaralam, Kamis (5/12) sekira pukul 15.00 WIB. Korban diketahui bernama Yanto (35), warga Desa Karang Dalam Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam.
Saksi Khoiri 40 thn menerangkan pada Senin (2/12) sekira pukul 08.00 Wib korban Yanto berpamitan kepada istri dan anaknya untuk pergi ke kebun guna mengambil hasil petikan kopi yang masih disimpan di pondoknya. Korban pergi ke kebun dan berencana pulang sore hari. Sudah tiga hari korban tidak kunjung pulang. Akhirnya pada hari Kamis (5/12) pihak keluarga menyusul ke kebun dikarenakan mertua korban meninggal dunia.
Sampai di kebun keluarga melihat korban sudah tergeletak di samping pondok di tengah kebun kopi. Korban ditemukan tewas dengan tubuh tidak utuh. Saksi melihat di area sekitar masih ada harimau yang menerkam korban. Saksi langsung berlari ke arah kampung guna menyelamatkan diri dan memberitahukan kepada pihak keluaga dan masyarakat. (kbs)



