- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kabut Asap Makin Tebal, Gubernur Sumsel malah Terbang ke Luar Negeri
PALEMBANG, SIMBUR – Provinsi Sumatera Selatan, khususnya kota Palembang masih menjadi trending topic terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Walau statusnya PM10 nya masih fluktuatif, tetap saja kota Palembang semakin diselimuti asap. Hal itu cukup membahayakan kesehatan kurang lebih 1,5 juta jiwa yang berdomisili di kota ini.
Dalam kondisi berkabut, Senin (23/9), Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru berkunjung ke Malaysia menghadiri pelantikan dirinya sebagai Ketua Sekretariat Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia. Hal itu kemudian memunculkan pertanyaan berbagai pihak. Apalagi sebelumnya Gubernur sempat menginstruksikan semua bupati/wali kota di Sumsel tidak meninggalkan daerahnya jika karhutla dan kabut asap belum bisa diatasi.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sumsel, Drs Iwan Gunawan Syaputra MSi membenarkan agenda kunjungan Gubernur ke Malaysia. “Benar acara tersebut dan malam ini beliau (Gubernur) pulang via Jakarta. Tapi belum tahu tiket (pesawat) jam berapa,” jawabnya kepada Simbur saat dikonfirmasi.
Ditanya apakah kunjungan tersebut mendesak untuk dihadiri oleh Gubernur, Iwan mengarahkan melalui Kabag Humas saja untuk kejelasan informasinya. “Coba satu pintu dek, lewat Kabag Humas,” katanya.
Kemudian, Simbur mencoba mengonfirmasi Kabag Humas Pemprov Sumsel, Leo Efriansa melalui pesan singkat, namun belum mendapat jawaban dari yang bersangkutan.
Diketahui, sepanjang Senin, Gubernur Sumsel melakukan kunjungan di berbagai tempat di Malaysia. Pada pukul 09.00 waktu Malaysia, Gubernur menghadiri pelantikan dirinya sebagai Ketua DMDI Indonesia di Banquet Hall Platinum, Aras 1 Hotel Imperial Heritage Malaka. Setelah menjadi Ketua DMDI, pada pukul 11.00 waktu Malaysia, Gubernur melanjutkan kunjungan ke Kantor Tuan Yang Terutama Negeri Malaka, Tun Datuk Seri Utama Mohd Khalil Bin Yaakob.
Dilanjutkan dengan kunjungan ke Kantor Ketua Menteri Malaka, Yang Amat Berhormat (YAB), Tuan Adly Bin Zahan pada pukul 11.45 waktu Malaysia. Pukul 15.30 waktu Malaysia adalah kunjungan terakhir Gubernur di Malaysia dengan meninjau Rumah Indonesia di Taman Mini Malaysia dan Asean Kota Ayer Keroh, Malaka. (dfn)



